Busway Gencet Pendapatan CMNP
Rabu, 27 Jun 2007 19:11 WIB
Jakarta - Hadirnya busway memang mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. PT Citra Marga Nusphala Persada Tbk (CMNP) yang mengoperasikan sejumlah jalan tol pun kena dampak karena tidak ada pertumbuhan traffic kendaraan yang signifikan.Namun CMNP masih bisa berharap pendapatannya naik hingga 10 persen pada tahun 2007, jika tarif tol jadi dinaikkan pada Agustus mendatang.Hal tersebut disampaikan Dirut CMNP Daddy Hariadi dalam konferensi pers usai RUPS dikantornya, Jalan Yos Sudarso, Jakarta, Rabu (27/6/2007)."Jika memang kenaikan tarif jalan tol jadi dilakukan pemerintah, revenue kita bisa naik karena traffic pada tahun 2007 tidak ada pertumbuhan. Hal ini karena adanya alternatif transportasi baru khususnya di Jakarta seperti adanya busway," jelas Daddy.Seretnya pertumbuhan pendapatan CMNP, menurut Daddy, juga merupakan dampak dari kenaikan harga BBM pada tahun 2005 lalu. Sementara untuk laba tahun 2007 diperkirakan tetap stabil. Sayangnya, Daddy tidak bersedia menyebutkan angkanya. Namun pastinya, pada tahun 2006, CMNP mencatat laba bersih sebesar Rp 121 miliar.Capex 2007Untuk belanja modal atau capex 2007, perseroan menyisihkan dana sebesar Rp 30 miliar. Sementara untuk capex investasi perseroan pada proyek Depok-Antasari yang disiapkan tahun ini sebesar Rp 171 miliar. Perseroan memiliki porsi 65 persen pada proyek ini."Tapi ini tergantung penyerapan, sejauh mana pemerintah melakukan pembebasan tanahnya," ujar Daddy.Tahun ini perseroan telah menyelesaikan proyek Surabaya Eastern Ring Road (SERR) yang telah dikelola oleh Citra Margatama Surabaya, anak perusahaan CMNP. Pembebasan lahannya telah mencapai 99 persen. "Kami optimistis pada September nanti pelaksanaan konstruksi akan selesai sesuai target yang diharapkan. Tapi soal pengoperasiannya menunggu jadwal dari BPJT (Badan Pengelolaan Jalan Tol)," katanya. Namun menurut Daddy, untuk tol di Surabaya belum bisa memberikan kontribusi yang signifikan pada pendapatan perseroan di tahun 2007. Tapi diperkirakan pada tahun 2008 untuk tol Surabaya, per hari volume kendaraannya mencapai 57-60 ribu. Dengan tarif Rp 5.000, maka diharapkan pendapatan per hari Rp 14 juta.
(dnl/qom)











































