Privatisasi BTN dan Krakatau Steel Diajukan Lagi 2008
Sabtu, 30 Jun 2007 11:39 WIB
Tangerang - Beberapa BUMN yang ditunda privatisasinya pada tahun 2007, akan kembali diajukan privatisasinya pada tahun 2008. BUMN tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) dan PT Krakatau Steel. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi Menteri Negara BUMN Mahmuddin Yassin usai diskusi panel di Hotel Imperial Aryaduta, Lippo Karawaci, Tangerang, Sabtu (30/6/2007). "Untuk BTN benar akan diusulkan kembali untuk diprivatisasi di 2008, mekanismenya melalui IPO (Initial Public Offering), mudah-mudahan terlaksana karena BTN tahun ini dikeluarkan dari privatisasi," jelasnya. Yassin menambahkan, BTN memerlukan tambahan dana untuk dapat mendukung program pemerintah yaitu pembangunan rusunawa 1.00 tower. "Privatisasi itu sudah tidak lagi dilakukan hanya untuk sebagai penerimaan APBN pemerintah, tapi untuk membantu BUMN itu sendiri agar bisa berkembang," jelasnya. Sementara untuk PT Krakatau Steel (KS), saat ini sedang ditunggu proses restrukturisasi dan kesiapan privatisasinya. "Kalau sudah selesai dan mereka sudah siap, karena privatisasi harus siap secara internal dulu. Bapak-bapak DPR bilang selesaikan dulu restrukturisasi kalau perlu ditinggalkan profitabilitasnya sehingga saling terkait dan langsung privatisasi," paparnya. Sementara untuk daftar BUMN yang akan diprivatisasi di tahun 2008, Yassin mengatakan bahwa Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil sedang menunggu persetujuan pemerintah terkait. "Pak Sofyan mengajukan ke Menko lalu minta rekomendasi Menkeu, baru setelah itu dikonsultasikan kepada DPR. Jadi yang batal diajukan pada tahun 2007 akan diajukan lagi di tahun 2008," jelasnya. Adapun BUMN yang privatisasinya ditunda di tahun 2007 selain BTN dan Krakatau Steel adalah PT Dirgantara Indonesia. Privatisasi PT DI akan diusulkan setelah proses pengembalian dari PPA ke pemerintah selesai. Selain itu juga ada 5 BUMN Konsultan Konstruksi yaitu Indah Karya, Indra Karya, Virama Karya, Yodya Karya dan Bina Karya. Namun berdasarkan hasil BUMN Karya, 5 BUMN ini akan disatukan atau diakuisisi oleh BUMN konstruksi lainnya.
(dnl/qom)











































