BISI Bidik Pasar Mancanegara
Kamis, 05 Jul 2007 08:49 WIB
Kediri - Perusahaan pembibitan, perdagangan benih jagung, sayuran dan padi, PT BISI International Tbk (BISI) mulai mulai menjajaki pasar internasional untuk memperluas basis usahanya. Pasar mancanegara yang dibidik diantaranya adalah Thailand, Fillipina, Jepang, India, dan Turki. Demikian disampaikan Wakil Dirut PT BISI International Tbk, Thomas Effendy, saat menerima kunjungan wartawan di pabrik PT BISI Jl Raya Pare-Wates Desa Plosoklaten Kediri, Rabu (4/7/2007). Thomas menjelaskan, alasan menjajaki pasar India adalah adanya kesamaan makanan yang dikonsumsi masyarakat di sana. Selain konsumsi nasi masyarakat India juga menggemari sayuran. Sementara pilihan masuk ke negara Turki karena dianggap gerbang menuju pasar Eropa."Kami memang berusaha menjajaki negara-negara tersebut. Namun sampai saat ini komposisi ekspor masih mencapai 5 persen dari total produksi," jelas Thomas.BISI yang baru melenggang di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) 28 Mei 2007, saat ini masih bertumpu pada benih jagung dan padi sebagai produk unggulannya. Khusus untuk padi, volume produksi PT BISI mengalami peningkatan yang cukup tajam. Jika pada tahun 2006 mereka hanya bisa menghasilkan 30 ton benih per tahun, saat ini PT BISI berhasil memproduksi 500 ton benih."Sampai saat ini saja kami sudah memproduksi 500 ton benih padi berkualitas bagus. Kami optimistis mampu meningkatkan hingga 1.000 ton akhir tahun nanti," ujar Thomas.PT BISI melakukan penelitian untuk menciptakan varietas baru. Setiap tahunnya, tidak kurang dari 10.000 varietas dengan biaya penelitian mencapai Rp 10 Miliar per tahun. Namun setelah melalui proses seleksi, hanya varietes unggulan saja yang akan dilepas ke pasaran.Penemuan varietas baru juga sebagai upaya untuk mendongkrak angka penjualan, perusahaan yang dirintis oleh Chearavanont bersaudara ini.BISI optimistis meraih keuntungan hingga Rp 90 miliar tahun 2007 ini atau meningkat 50 persen dari tahun lalu.Thomas mengatakan, target keuntungan yang intens di bidang budi daya benih hanya Rp 61 miliar pada tahun 2006 lalu. Dengan semakin banyaknya jumlah varietas benih jagung dan padi hingga 90 varietas, Thomas optimistis akan mampu meraup keuntungan lebih dari Rp 90 miliar pada tahun 2007 ini.
(ir/ir)











































