BNI Lunasi Utang Sub Debt Pakai Dana Rights Issue
Senin, 30 Jul 2007 17:11 WIB
Jakarta - Dana hasil rights issue PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan digunakan untuk melunasi sub debt perseroan yang jatuh tempo pada bulan November 2007 sebesar US$ 150 juta. Demikian diungkapkan oleh Wakil Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo usai konferensi pers perseroan di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Senin (30/7/2007). "BNI akan melakukan call option atau pembayaran sub debt ini, sebab kalau tidak maka bunganya akan besar sekali," tuturnya. Sementara mengenai total dana yang akan diperoleh oleh BNI dari hasil rights issue ini, Gatot mengatakan dana yang diperoleh sekitar Rp 4 triliun. "Saham yang akan diterbitkan adalah 1,922 miliar lembar, sementara harga yang disetujui oleh RUPSLB ini Rp 2.025 per saham. Jika pemerintah memang berencana untuk meng-exercise dan menjual kembali, maka untung dan ruginya ada di tangan pemerintah," paparnya. Sementara untuk modal inti, dengan adanya rights issue ini maka modal inti (tier 1) BNI akan bertambah sekitar 4 persen. "Saat ini tier 1 kita sebesar 10,9 persen, jadi akan tambah 4 persen lagi dengan rights issue ini," jelasnya. Selain itu, Gatot juga mengatakan bahwa saat ini serangkaian road show telah dan sedang dijalankan oleh perseroan. Ada 3 tim yang dibentuk, untuk tujuan pasar Amerika, Eropa dan Asia (Singapura dan Hongkong). "Di Eropa kita bertemu 30 calon investor atau fund manager, kami melihat ketertarikan mereka terhadap kami dan respons cukup baik," tambahnya. Gatot mengatakan bahwa investor asing sangat memperhatikan BNI dari segi NPL, NIM dan cost of income ratio. "Ketiga hal ini yang menjadi fokus perhatian mereka," jelasnya.
(dnl/ir)











































