Investor Panik IHSG Jatuh 92 Poin

Investor Panik IHSG Jatuh 92 Poin

- detikFinance
Rabu, 01 Agu 2007 16:12 WIB
Jakarta - Investor saham panik melihat tren pasar finansial global yang terus merosot. Saham-saham berkapitalisasi besar pun buru-buru dilepas yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (1/8/2007), IHSG jatuh 92,365 poin (3,93%) ke level 2.256,308."Investor panic selling mereka terlalu emosional melihat kondisi pasar global yang cenderung turun," kata pengamat saham Edwin Sinaga ketika dihubungi detikFinance, Rabu (1/8/2007).Menurut Edwin, yang melakukan pelepasan saham besar-besaran justru investor lokal sementara asing hanya sekitar ratusan miliar."Sebenarnya tidak wajar juga kalau paniknya berlebihan, bagaimanapun saham-saham blue chip masih kuat fundamentalnya seperti Telkom dan Bank Mandiri," tutur Edwin.Sementara Menteri Keuangan Australia Peter Costello disela-sela forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) seperti dikutip dari AFP, Rabu (1/8/2007) mengatakan saat ini memang banyak ketidakstabilan di pasar global yang dimulai oleh AS, dengan tingkat gagal bayar di pasar subprime mortgages dan kreditnya.Kawasan Asia akan mengalami tambahan masalah karena kurangnya dana investasi. Hal ini dikarenakan sebagian besar simpanan di kawasan tersebut justru diinvestasikan ke surat-surat berharga AS, dibandingkan proyek-proyek lokal lainnya. Indeks LQ-45 anjlok 21,501 poin (4,41%) pada level 466,089 dan Jakarta Islamic Index (JII) jeblok 15,252 poin (3,92%) pada level 373,378.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 66.118 kali, dengan volume 6,501 miliar unit saham, senilai Rp 5,606 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, hanya 21 saham naik, sisanya 233 saham turun dan 18 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 900 menjadi Rp 13.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 18.250, Telkom (TLKM) turun Rp 500 menjadi Rp 10.700, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 menjadi Rp 6.250, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 350 menjadi Rp 5.950 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 225 menjadi Rp 3.300.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bhakti Capital Indonesia (BCAP) naik Rp 190 menjadi Rp 1.050, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 9.300, dan Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 25 menjadi Rp 2.375 dan (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads