Asing Cuma Minati 29% Saham BNI

Asing Cuma Minati 29% Saham BNI

- detikFinance
Senin, 13 Agu 2007 11:05 WIB
Jakarta - Penawaran kedua (secondary offering) saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tidak mampu merangkul investor asing yang besar seperti halnya divestasi saham Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia.Meski pemerintah menyedikan porsi untuk asing hingga 50 persen, namun saat penawaran investor asing hanya mengambil sebesar 29,1 persen."Memang waktu road show minat asing banyak, tapi ternyata pada saat penawaran permintaan turun, mungkin karena gejolak pasar saat ini. Tapi gak pa pa kita sudah puas," kata Menneg BUMN Sofyan DJalil usai acara pencatatan saham kedua BNI di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, Senin (13/8/2007).Sofyan mengelak soalnya kecilnya investor asing ini dengan mengatakan privatisasi BNI memang seharusnya diminati investor ritel lokal dibandingkan dengan investor asing. Alasan Sofyan, karena investor individu lokal lebih mengetahui pasar dalam negeri.Sementara Direktur Utama BNI Sigit Pramono mengatakan bahwa dalam go public BNI yang kedua ini, saham yang ditawarkan adalah sejumlah 3,47 miliar saham. Dengan ditambah green shoe menjadi sekitar 3,9 miliar lembar saham."Porsi investor asing 29,1 persen, institusi domestik 43,3 persen dan investor ritel lokal sebesar 27,5 persen dalam privatisasi ini," jelasnya.Sigit menambahkan bahwa dalam privatisasi ini, permintaan saham BNI mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 1,2 kali. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads