Subprime Mortgage Lindas IHSG
Selasa, 14 Agu 2007 16:13 WIB
Jakarta - Pasar saham kembali meleleh akibat imbas krisis kredit perumahan (subprime mortgage) di AS. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlindas aksi jual besar-besaran.Pada penutupan perdagangan saham Selasa (14/8/2007), IHSG kembali tumbang 42,817 poin (1,94%) ke level 2.168,638.Turunnya IHSG mengikuti anjloknya bursa regional dan pasar saham Eropa yang dibuka merosot. Investor menilai kondisi saat ini penuh ketidakpastian dan keluar pasar adalah pilihan yang tepat.Saham-saham unggulan jadi sasaran pelapasan saham termasuk saham BNI yang kembali limbung hingga 7 persen. Indeks LQ-45 turun 7,994 poin (1,74%) pada level 451,444 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,849 poin (1,58%) pada level 363,953.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 28.539 kali, dengan volume 2,495 miliar unit saham, senilai Rp 2,495 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 26 saham naik, 167 saham turun dan 42 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 500 menjadi Rp 12.600, Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 10.250, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 400 menjadi Rp 10.250, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 5.800 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp 125 menjadi Rp 1.875. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 menjadi Rp 9.450, AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 10 menjadi Rp 990 dan Central Proteinaprima (CPRO) naik Rp 5 menjadi Rp 430,
(ir/qom)











































