Wall Street Penuh Ketidakpastian
Rabu, 22 Agu 2007 08:33 WIB
Jakarta - Bursa saham Wall Street masih diliputi ketidakpastian. Pelaku pasar masih terus menantikan langkah lanjutan dari Bank Sentral AS (The Fed) untuk mengatasi gejolak di pasar finansial.Pada perdagangan Selasa (21/8/2007), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 30,49 poin (0,23%) ke level 13.090,86. Sementara Nasdaq menguat 12,71 poin (0,51%) ke level 2.521,30 dan Standard & Poor's 500 naik 1,57 poin (0,11%) ke level 1.447,12. The Fed terus saja menggelontorkan pasar finansial AS. Kemarin, The Fed kembali mengguyur US$ 3,75 miliar ke pasar finansialnya, sehingga secara total telah menyuntikkan US$ 101,25 miliar. Wall Street sendiri masih dilanda ketidakpastian. Para investor harap-harap cemas apakah The Fed akan memangkas Fed Fund Rate yang kini mencapai 5,25%, dengan harapan bisa mengurangi krisis kredit macet subprime mortgage."Yang optimistis berpikir bahwa The Fed akan memotong suku bunga sehingga akan membantu kenaikan harga saham-saham. Namun yang pesimistis akan berpikir bahwa tidak akan ada yang berubah dalam tiga hari terakhir," ujar Mace Blicksilver dari Marblehead Asset Management seperti dikutip dari AFP.Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah bursa regional kembali kehilangan semangat. Pada awal perdagangan Rabu (22/8/2007), Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo melemah 34,74 poin (0,22%) ke level 15.866,60. Jika pelemahan Nikkei terus berlanjut, IHSG di BEJ bisa saja ketularan. Aksi profit taking di pasar saham Indonesia bisa saja berlanjut. Apalagi nilai tukar rupiah belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Bhakti Securities:Penguatan indeks sebesar 20 poin pada awal sesi perdagangan didorong oleh menguatnya saham-saham sektor pertambangan tidak bertahan lama setelah aksi profit taking kembali terjadi dan menutup indeks terkoreksi 2,4% menjadi 1,993. Volume perdagangan yang relatif kecil kami perkirakan akan membatasi penurunan indeks, walaupun support indeks berada di 1,925. Sentimen regional masih sangat mempengaruhi perdagangan.
(qom/qom)











































