Wall Street Mulai Berpaling dari Krisis Subprime Mortgage

Wall Street Mulai Berpaling dari Krisis Subprime Mortgage

- detikFinance
Kamis, 23 Agu 2007 08:38 WIB
Jakarta - Para investor di bursa saham Wall Street mulai berpaling dari masalah krisis subprime mortgage. Meski krisis tersebut masih saja memakan korban, namun adanya berita terbaru tentang deal-deal korporasi membawa angin segar di Wall Street.Pada perdagangan Rabu (22/8/2007), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 109,32 poin ke level 13.200,20. Sementara Nasdaq naik 26,68 poin (1,09%) ke level 2.547,98.Menurut Jocelynn Drake dari Riset investasi Schaeffer seperti dikutip dari AFP, kenaikan Wall Street itu dipicu oleh sentimen positif dari berita potensi merger dan akuisisi. Salah satunya adalah adanya laporan dari broker online TD Ameritrade dan E-Trade Financial Group yang sedang menjajaki merger untuk membentuk perusahaan dengan nilai US$ 20 miliar. Demikian pula New York Merchantile Exchange yang sedang menjajaki merger."Setelah dua pekan didera kekhawatiran soal kredit sektor perumahan, maka saat ini ada rasa dari Wall Street untuk kembali normal," ujar Dick Green dari Briefing.com seperti dikutip dari AFP, Kamis (23/8/2007).Semakin pulihnya Wall Street itu ikut memacu semangat bursa-bursa regional. Seperti Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo yang dibuka langsung naik hingga 397,13 poin (2,5%) ke level 16.297,77. Kenaikan bursa-bursa utama itu diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ. Apalagi hampir dipastikan tidak ada korban subprime mortgage dari Indonesia, seperti disampaikan lembaga pemeringkat Fitch.Investor pun diharapkan kembali fokus ke masalah fundamental, yang sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Recapital:IHSG telah mencapai kisaran resisten 2050 - 2150. Trend turun IHSG baru berakhir jika IHSG mampu naik diatas resisten 2.155. Jika tidak, pelaku pasar sebaiknya tetap dalam posisi take profit posisi jangka pendek dengan strategi sell on strength, sambil menunggu perkembangan dari kebijakan The Fed pasca penurunan suku bunga diskonto. Bhakti Securities:Berita kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertengahan bulan depan berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah dan memicu teknikal rebound saham-saham ungulan sehingga indeks terdongkrak 3,51% menjadi 2,062. Di perdagangan hari ini indeks kami perkirakan akan bergerak variatif dengan kecendrungan menguat dipengaruhi oleh sentimen pergerakan nilai tukar rupiah. Kisaran indek harian 1,933-2,052. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads