Menkeu Heran Perusahaan Semarang Enggan Go Public

Menkeu Heran Perusahaan Semarang Enggan Go Public

- detikFinance
Sabtu, 08 Sep 2007 16:44 WIB
Semarang - Hingga saat ini, hanya ada 3 perusahaan asal Semarang yang tercatat di bursa alias go public. Menteri Keuangan Sri Mulyani dibuat keheranan. Soalnya Semarang adalah 'kota' Sri Mulyani."Dari data, hanya 3 perusahaan Semarang yang go public. Kota ini tempat dimana menteri keuangan perempuan pertama di Indonesia sekolah SD hingga SMA lho," katanya ketika membuka dialog dengan pengusaha Jawa Tengah di Hotel Novotel Semarang, Jalan Pemuda, Sabtu (8/9/2007). Sri Mulyani lahir di Tanjung Karang, Lampung, namun dia lebih banyak menghabiskan waktunya di Semarang. Dia mengaku punya banyak kenangan dan sangat hafal detail kota yang berjuluk Atlas ini.Sri Mulyani menambahkan dibanding Semarang, Surabaya lebih maju. Pada saat dirinya datang, sudah ada 30 perusahaan listed atau siap masuk pasar modal. "Semarang harusnya juga bisa (seperti Surabaya). Di sini kan ada banyak perusahaan besar. Kalau tidak go public, mau ngapain," kata menteri yang sebelumnya menjabat Kepala LPEM FEUI ini. Sri Mulyani menceritakan pada saat awal-awalnya terpilih menjadi menkeu, dirinya sering berangkat ke luar negeri. Hal itu dilakukan untuk melobi dunia internasional agar mau menerima produk perusahaan Indonesia atau meminta perusahaan luar negeri menanamkan modalnya ke Indonesia. "Setelah ke New York, Dubai, dan beberapa bagian negara lain saya sadar, kunjungan ke luar negeri itu tidak akan berdampak apa-apa kalau perusahaan di negara kita jalan di tempat. Karena itu, saat ini saya road show ke daerah-daerah saja," paparnya. Sri Mulyani yang mengenakan kemeja krem dengan paduan hijau lumut itu berharap pelaku usaha punya semangat entreprenership, sehingga mereka bisa mengembangkan usahanya baik dari sisi keuangan maupun produk. "Jika mau berkembang atau meluaskan usaha, maka go public adalah salah satu pilihan jitu. Dengan go public, mendapatkan pendanaan secara gampang dan citranya diakui di publik," ujarnya. (try/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads