IHSG Anjlok 7%, Saatnya Beli Saham?

IHSG Anjlok 7%, Saatnya Beli Saham?

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 28 Jan 2026 13:34 WIB
IHSG Anjlok 7%, Saatnya Beli Saham?
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot dalam sejak pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (28/1). Melemahnya IHSG didorong oleh turunnya sejumlah saham berkapitalisasi besar, tak terkecuali emiten-emiten konglomerasi.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan pelemahan IHSG terjadi menyusul pengumuman MSCI terkait metodologi perhitungan free float saham-saham Indonesia. Ia mengatakan, MSCI menuntut otoritas pasar modal untuk memperbaiki kualifikasi saham yang masuk indeks MSCI.

"Standar MSCI dengan standar KSEI agak berbeda, jadi jika terjadi perbedaan kan investor global menuntut transparansi. Apalagi transparansi dalam struktur kepemilikan saham," ungkap Nafan kepada detikcom, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Time to Buy?

Meski begitu, Nafan mengatakan pelemahan ini tidak akan berlangsung lama. Hal itu dapat terjadi jika Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beserta Self-Regulatory Organization (SRO) menyesuaikan free float sebagaimana ketentuan MSCI.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Nafan menilai kondisi koreksi ini menjadi salah satu momentum bagi investor untuk melakukan aksi beli secara kumulatif. Menurutnya, IHSG akan kembali bangkit seiring terus menerapkan manajemen risiko.

"Secara dinamika perekonomian makro domestik kita masih solid. Menurut saya dengan kondisi IHSG yang masih, secara psikologis mengalami pelemahan yang begitu signifikan, artinya ini juga bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk melakukan buy," jelasnya.

Saham Konglomerat Rontok

Sebagai informasi, sejumlah saham konglomerat mengalami koreksi sejak pembukaan perdagangan. Saham milik Prajogo Pengestu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) misalnya, melemah hingga Auto Reject Bawah (ARB) 14,81% ke harga Rp 2.300 per lembar saham.

Selain itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga melemah 11,84% ke level Rp 8.375 per lembar saham. Nasib serupa juga dialami saham Prajogo lainnya seperti PT Petrosea Tbk (PTRO) yang melemah 14,87% ke harga Rp 7.300 per lembar saham. Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga terkoreksi hingga 13,48% ke harga Rp 1.540 per lembar saham saat ini.

Saham milik konglomerat Hapsoro juga ikut terkoreksi hari ini. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) misalnya, terkoreksi hingga ARB 15% ke harga Rp 1.445 per lembar saham. Selain itu, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) milik Hapsoro juga menyentuh 15% ke harga Rp 4.590 per lembar saham. Nasib serupa juga dialami PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang rontok 14,97% ke harga Rp 6.250 per lembar saham.

Saham milik konglomerasi Aguan juga terkoreksi dalam hari ini, seperti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang terkoreksi 14,89% ke harga Rp 9.575 per lembar saham. Kemudian PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) juga melemah 14,68% ke harga Rp 6.250 per lembar.

Saham energi milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatila Sentosa Tbk (DSSA), juga tercatat melorot 14,98% hingga ARB ke harga Rp 98.625 per lembar saham. Melemahnya saham konglomerasi ini disebut menarik untuk dicermati.

"Koreksi IHSG ini dapat menjadi perhatian dari para investor untuk lebih selective buy, karena kalau kita cermati bersama emiten-emiten konglomerasi yang terkoreksi hari ini," ungkap Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: IHSG Bergerak Terbatas "
[Gambas:Video 20detik]
(ahi/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads