Perjalanan IHSG Anjlok Sampai Mentok Hingga Dirut BEI Mundur

Perjalanan IHSG Anjlok Sampai Mentok Hingga Dirut BEI Mundur

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 30 Jan 2026 12:06 WIB
Perjalanan IHSG Anjlok Sampai Mentok Hingga Dirut BEI Mundur
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Pasar saham Indonesia mengalami goncangan hebat dalam beberapa hari terakhir. Kepanikan investor membuat Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga batas penghentian perdagangan sementara atau trading halt pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).

Anjloknya IHSG terjadi usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis pengumuman terkait metodologi penghitungan free float. Buntut dari gejolak yang terjadi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memutuskan untuk mengundurkan diri.

Berikut perjalanan lengkap anjloknya IHSG hingga terjadi trading halt, dan memicu Dirut BEI mengundurkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumuman MSCI Keluar

Masalah bermula ketika MSCI merilis hasil evaluasi terbarunya terhadap pasar saham Indonesia pada Selasa (27/1) waktu setempat. MSCI menyoroti metode perhitungan free float yang diterapkan di pasar saham.

MSCI menetapkan sejumlah perubahan indeks review pada Februari 2026 mendatang. Perubahan sementara untuk pasar Indonesia mencakup tiga hal, pertama pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

ADVERTISEMENT

Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

"Perawatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko pergantian indeks dan risiko kelayakan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar yang berwenang untuk menerapkan perbaikan transparansi yang signifikan," tulis pengumuman MSCI, dikutip Jumat (30/1/2026).

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Pasar Emergen ke Pasar Frontier.

IHSG Trading Halt Dua Kali

Pengumuman MSCI memicu sentimen negatif bagi IHSG. IHSG tercatat anjlok menembus batas trading halt 8% yang membuat perdagangan saham dihentikan sementara.

Pada hari Rabu (28/1) trading halt dilakukan pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan dilanjutkan pada pukul 14:13:13 waktu JATS
tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. IHSG pada hari Rabu ditutup di level 8.320,55 atau melemah 659,63 (7,35%).

BEI kembali mengambil langkah trading halt pada Kamis (29/1). Trading halt ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan BEI setelah sebelumnya IHSG sempat menyentuh batas trading halt.

Trading halt kedua dilakukan pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan dilanjutkan pada pukul 09:56 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Dirut BEI Mundur

Di tengah gejolak tersebut, Dirut BEI Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri pada Jumat (30/1). Pengunduran diri ini diumumkan langsung oleh Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

Langkah ini ia ambil menyusul runtuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari terakhir. Menurutnya, pengunduran diri ini menjadi tanggung jawabnya terhadap pasar modal.

"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujarnya.

Ia berharap, langkah pengunduran diri ini menjadi yang terbaik bagi pasar modal ke depan. Iman mengatakan IHSG bisa kembali menguat beberapa waktu ke depan.

"Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini membuka membaik, akan terus membaik hari-hari berikutnya," tutupnya.

Simak juga Video 'Potential Outflow 13 Miliar USD Bakal Pengaruhi Pergerakan IHSG Indonesia':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads