Chandra Asri Akan Buyback Saham dengan Nilai Rp 2 Triliun

Chandra Asri Akan Buyback Saham dengan Nilai Rp 2 Triliun

Aan Abdau Rizal - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 09:42 WIB
Chandra Asri Akan Buyback Saham dengan Nilai Rp 2 Triliun
Foto: dok. Chandra Asri Pacific
Jakarta -

PT Chandra Asri Pacific Tbk (IDX: TPIA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham Perseroan (buyback) dengan nilai maksimal sebesar Rp 2 triliun. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Perseroan dalam menjaga stabilitas kinerja saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Dalam siaran persnya, Chandra Asri mengatakan pembelian kembali saham perseroan (buyback) sebagai upaya dari perusahaan dalam menjaga stabilitas kinerja saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

"Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya PT Chandra Asri Pacific Tbk dalam menjaga stabilitas kinerja saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham, meningkatkan kinerja saham sesuai dengan kondisi fundamental Perusahaan, serta menjaga kepercayaan publik," tulis Chandra Asri dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana pembelian kembali saham tersebut telah disampaikan melalui Keterbukaan Informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Februari 2026. Buyback akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tiga bulan, yakni mulai 4 Februari 2026 hingga 3 Mei 2026, sesuai dengan ketentuan POJK No. 13 Tahun 2023 dan SEOJK No. S-102/D.04/2025.

Dana buyback sepenuhnya akan berasal dari kas internal Perusahaan, dengan perkiraan jumlah saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya 0,29% atau sekitar 250 juta saham dari total saham yang telah dikeluarkan. Adapun harga pembelian kembali saham ditetapkan maksimal sebesar Rp 10.000 per saham.

ADVERTISEMENT

Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan berdampak terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha.

"Perusahaan memiliki arus kas dan modal kerja yang memadai untuk mendukung operasional bisnis, belanja modal, serta pelaksanaan pembelian kembali saham secara bersamaan," tutupnya.




(prf/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads