Saham PIPA Masih Diperdagangkan, Hari Ini Mentok hingga ARB

Saham PIPA Masih Diperdagangkan, Hari Ini Mentok hingga ARB

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 21:35 WIB
Saham PIPA Masih Diperdagangkan, Hari Ini Mentok hingga ARB
Ilustrasi perdagangan saham.Foto: detik
Jakarta -

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) terseret kasus dugaan pidana pasar modal, goreng saham. Kasus yang menyeret PIPA terkuak seiring Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia, Selasa (3/2/2026).

Meski masuk terseret dugaan pidana, saham PIPA masih diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sahamnya bergerak di zona merah sepanjang perdagangan Rabu (4/2).

Berdasarkan data RTI Business, saham PIPA hari ini melemah hingga Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 14,62% ke harga Rp 181 per lembar saham. Harga saham PIPA turun usai menguat 12,17% ke harga Rp 212 per lembar saham di perdagangan kemarin, Selasa (3/2),

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan saham PIPA terpantau melemah sejak perdagangan tiga bulan terakhir sebesar 41,61%. Namun jika dilihat dalam perdagangan setahun terakhir, emiten PIPA tercatat menguat hingga 1.408,33%.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, PIPA hari ini mencatat net foreign buy sebesar Rp 74,28 juta. Tren tersebut juga tercatat bahkan sepanjang tahun 2026, yakni sebesar Rp 1,94 miliar.

Sebagai informasi, saat melakukan initial public offering (IPO) PIPA meraup dana sebar sebesar Rp 97 miliar. Dalam prosesnya, PIPA menunjuk PT Shinhan Sekuritas sebagai penjamin efek PIPA.

Kemudian berdasarkan hasil penggeledahan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyatakan bahwa PIPA sebenarnya tidak layak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab, emiten tersebut tidak memenuhi persyaratan IPO dalam hal ketentuan valuasi aset.

Bareskrim Polri juga menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal terkait dengan PIPA. Tiga tersangka itu berasal dari pihak PT MML dan eks pejabat BEI.

(ahi/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads