Presiden Prabowo Subianto sangat marah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok merespons peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi pasar modal Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada akhir Januari kemarin.
Marahnya Prabowo disampaikan langsung, sang adik, Hashidm Djojohadikusumo dalam acara di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (14/2/2026)
Bagaimana respons BEI terhadap kemarahan Prabowo?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tentu berterima kasih mendapatkan dukungan yang luar biasa dari pemerintah," ujar Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Jeffrey mengatakan pemerintah memberi dukungan kepada pejabat BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru. Ia juga mengaku akan mempercepat reformasi pasar modal.
"Beliau memberikan support bagi kami yang baru menjabat untuk bisa melakukan hal-hal yang penting dan perlu dilakukan dalam sesegera mungkin, dan itu akan kami lakukan," kata Jeffrey
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyebut Prabowo marah besar saat IHSG anjlok imbas peringatan MSCI. Menurutnya, peringatan MSCI dianggap berpotensi mencoreng kehormatan negara di mata global.
"Presiden Prabowo sangat marah. Dia sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama terkait kehormatan negara kita yang terancam," ungkap Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF), di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Hashim mengatakan, arah Prabowo juga dipicu karena banyaknya investor ritel yang menjadi korban. Selain itu, peringatan MSCI juga disebut mempertaruhkan reputasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hashim menambahkan pemerintah akan mengawasi otoritas pasar modal lebih ketat. Penguatan pengawasan ini dilakukan untuk menjaga kehormatan negara.
"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," kata Hashim.
Momen IHSG Rontok
Sebagai informasi, IHSG sempat melemah hingga 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1) lalu menyusul pengumuman MSCI. Pada hari yang sama, IHSG bahkan sempat trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham di sesi II perdagangan.
Langkah trading halt juga diambil BEI setelah IHSG melemah 8% pada sesi I perdagangan Kamis (29/1) kemarin. Meski terjadi trading halt, IHSG kembali menguat di penutupan perdagangan meski masih terkoreksi 1,06% ke level 8.232,20.
Adapun dalam pengumumannya, MSCI menyoroti terkait kepemilikan saham dan free float saham di Indonesia. Indeks global ini memberi waktu bagi otoritas pasar modal Indonesia untuk memenuhi aspek transparansi hingga Mei 2026.
Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia. Selain itu, jika perbaikan tak kunjung dilakukan, MSCI berpotensi menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.
(ahi/hns)










































