Daftar Saham yang Didepak MSCI

Daftar Saham yang Didepak MSCI

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 12 Feb 2026 07:25 WIB
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026) setelah dua hari tertekan. Rebound pasar terjadi seiring pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan peninjauan kembali indeksnya atau rebalancing terhadap saham-saham Indonesia.

Beberapa saham Indonesia mengalami perubahan status, ada yang diturunkan ke kategori small cap dan ada pula yang dikeluarkan dari indeks.

Dikutip dari laman resmi MSCI, emiten milik konglomerasi Salim Grup, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), diturunkan ke kategori Small Cap Indexes dari sebelumnya Global Standard Indexes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian terdapat dua emiten yang dikeluarkan dari kategori Small Cap Indexes. Pertama adalah saham milik pengusaha asal Surabaya Hermanto Tanoko, yakni PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).

ADVERTISEMENT

Kedua, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Ketetapan ini berlaku sejak penutupan perdagangan 27 Februari dan efektif mulai 2 Maret 2026.

Sebagai informasi, MSCI saat ini telah menetapkan sejumlah perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari. Pertama pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.

(ahi/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads