Bos Unilever Buka-bukaan Alasan Lepas Sariwangi

Bos Unilever Buka-bukaan Alasan Lepas Sariwangi

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 12 Feb 2026 12:45 WIB
Logo Unilever
Foto: Unilever.co.id
Jakarta -

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melakukan divestasi atau melepas dua unit bisnis di tahun 2025, yakni es krim dan Teh Sariwangi. Divestasi ini dianggap mampu memperkuat fondasi bisnis perseroan lebih sehat dan tangguh.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menjelaskan divestasi ini menjadi bagian dari restrukturisasi portofolio bisnis perseroan. Selain itu, pelepasan lini bisnis ini juga berhasil menekan biaya karyawan.

"Dengan divestasi bisnis es krim dan teh, serta secara agresif merestrukturisasi basis biaya melalui berbagai intervensi, termasuk restrukturisasi biaya tenaga kerja," jelasnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang kuartal IV-2025, Unilever juga berhasil mencatat pertumbuhan kinerja yang ditopang oleh naiknya volume penjualan di seluruh unit bisnis yang berjalan sebesar Rp 7,9 triliun, atau tumbuh hingga 17,5%. Sementara sepanjang tahun 2025, penjualan bersih perusahaan mencapai Rp 31,9 triliun.

ADVERTISEMENT

Adapun rinciannya, penjualan dalam negeri sebesar Rp 31 triliun sepanjang tahun 2025, atau naik sekitar 3,83% dari Rp 29,8 triliun di periode yang sama di tahun 2024. Sementara untuk penjualan bersih ekspor, tercatat sebesar Rp 942,1 miliar sepanjang tahun 2025, naik 16,48% dari Rp 808,8 miliar di periode sebelumnya Rp 808,8 miliar.

Kemudian berdasarkan laporan keuangan Unilever, beban karyawan perusahaan menyusut menjadi Rp 1,78 triliun dari Rp 2,17 triliun. Kemudian untuk jumlah karyawan juga tercatat menyusut menjadi 3.299 per 31 Desember 2025 dari 4.266 di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami mencapai pertumbuhan yang didorong oleh volume di semua unit bisnis pada kuartal keempat, memberikan keyakinan pada arah pemulihan pendapatan kami," jelasnya.

Ia menambahkan, pelepasan bisnis es krim telah diselesaikan pada tahun 2025. Kemudian untuk divestasi Teh Sariwangi ditargetkan rampung pada awal kuartal tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, divestasi ini turut menopang pertumbuhan laba bersih Unilever.

Sepanjang tahun 2025, Unilever mencatat pertumbuhan laba bersih sekitar 126% menjadi Rp 7,6 triliun dari periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 3,3 triliun. Kemudian jika laba yang berasal dari operasi yang dilanjutkan, tidak termasuk investasi bisnis es krim dan Teh Sariwangi, sebesar Rp 3,5 triliun.

"Pemisahan bisnis es krim kami berhasil diselesaikan pada tahun 2025, dan kami tetap berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan divestasi Sariwangi," imbuhnya.

Sebagai informasi, Unilever melepas unit bisnis es krim ke PT The Magnum Ice Cream Indonesia melalui perjanjian pengalihan bisnis pada 22 November 2024. Adapun nilai transaksi divestasi ini sebesar Rp 7 triliun.

Kemudian bisnis Teh Sariwangi dilepas ke entitas usaha milik Grup Djarum, PT Savoria Kreasi Rasa, melalui perjanjian pengalihan bisnis pada 6 Januari 2026. Nilai transaksi yang disepakati atas jual beli teh Sariwangi sebesar Rp 1,5 triliun dengan nilai pasar Rp 1,48 triliun.

Tonton juga Video: Apresiasi Penerapan Bisnis Berkelanjutan Dalam Inisiatif ED&I Untuk Unilever Indonesia

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads