PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun, naik 21,8% secara tahunan (yoy) sepanjang tahun 2025. Capaian ini ditopang penjualan bersih dari lini operasi yang masih berjalan sebesar Rp 31,9 triliun, naik 4,3% sepanjang tahun 2025.
Kemudian jika digabungkan dengan operasional yang dihentikan, termasuk penjualan Es Krim dan Teh Sariwangi, laba bersih UNVR tercatat sebesar Rp 7,6 triliun. Angka tersebut naik hingga 126% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya penjualan di kuartal IV 2025. Pada periode tersebut, perseroan membukukan pertumbuhan penjualan di domestik maupun ekspor.
"Penjualan domestik tumbuh secara stabil, dan bisnis ekspor kami terus menunjukkan kinerja yang baik. Selama sepanjang tahun, kami berhasil mencatat pertumbuhan volume sebesar 1,2% dan pertumbuhan harga sebesar 2,8%, menunjukkan pemulihan yang seimbang dan sehat," jelasnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (12/2/2026).
Perseroan mencatatkan margin pertumbuhan sebesar 41,7% di kuartal IV-2025. Selain itu, UNVR berhasil meningkatkan efisiensi juga tercermin dari laba sebelum pajak yang mencapai 7,5%, naik 129 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Meskipun lingkungan di sekitar kita semakin kompetitif, namun secara umum, perekonomian berjalan baik, dan kami juga berjalan baik," ungkapnya.
Tonton juga Video: Apresiasi Penerapan Bisnis Berkelanjutan Dalam Inisiatif ED&I Untuk Unilever Indonesia











































