Kemerosotan Dolar Makin Dalam
Jumat, 28 Sep 2007 08:43 WIB
Jakarta - Nilai tukar dolar atas euro makin makin merosot tajam. Dolar kembali mencatat rekor terendahnya atas euro.Pada perdagangan Kamis (27/9/2007) di New York, euro menembus rekor tertingginya selama enam hari berturut-turut di level 1,4189 dolar, sebelum akhirnya berada di level 1,4145 pada sesi akhir. Pada perdagangan kemarin, euro berada di level 1,4125 dolar.Namun dolar berhasil imbang atas yen di posisi 117,19 yen, dari sebelumnya di posisi 117,06 yen. Pasar sedang menantikan hasil Tankan survei. Euro mencatat rekor sebelum keluarnya sejumlah data indikator perekonomian AS. Berdasarkan data yang dirilis pemerintah AS, pada kuartal II-2007, pertumbuhan ekonomi AS direvisi dari 4% menjadi 3,8%. Namun revisi itu dianggap masih bisa ditolerir dan tidak memberi dampak yang signifikan pada pasar valas.Namun data lainnya yakni tentang penjualan rumah terbaru dilaporkan turun tajam hingga level terendahnya dalam 7 tahun pada Agustus. Sebanyak 795.000 rumah baru terjual, atau turun 8,3%.Terri Belkas, analis dari Forex Capital Management mengatakan, laporan terbaru itu menambah kecemasan pasar bahwa masalah di sektor perumahan belum berakhir dan semakin mengganggu perekonomian AS."Kombinasi meningkatnya penyitaan, meningkatnya cadangan, berkurangnya permintaan dan turunnya harga dapat menciptakan efek spiral pada sektor tersebut," ujarnya seperti dikutip dari AFP.Namun gejolak dolar versus euro itu tidak terlalu signifikan mempengaruhi pergerakan mata uang regional, termasuk rupiah.Pada perdagangan Jumat (28/9/2007), rupiah dibuka stabil pada level 9.130/9.140 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.139 per dolar AS.
(qom/qom)











































