Jerman Senang Euro Menguat
Minggu, 30 Sep 2007 15:25 WIB
London - Negara Uni Eropa rupanya tidak satu suara soal penguatan euro terhadap dolar AS. Meski Ketua Komisi Ekonomi Uni Eropa dan Perancis khawatir, penguatan euro justru disenangi oleh Jerman.Mata uang yang dipakai 11 negara Eropa itu terus menguat hingga ke level 1,4263 per dolar AS pada perdagangan Jumat 21 September 2007.Akibat penguatan euro, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dibuat stress. Penguatan euro menurut Sarkozy telah merugikan eksportir Perancis. Namun kekhawatiran Sarkozy tidak diamini Jerman."Jerman lebih memilih euro menguat ketimbang euro melemah," ujar juru bicara Departemen Keuangan Jerman seperti dikutip AFP, Minggu (30/9/2007).Penguatan euro dinilai akan mengurangi tekanan pada harga-harga barang impor, sehingga inflasi yang tinggi bisa ditekan. Pengaruh negatif harga minyak yang naik juga bisa diminimalisir. Namun euro yang terlalu perkasa akan mengakibatkan barang-barang di Eropa menjadi kemahalan bagi pembeli dari luar Eropa sehingga tidak menarik. Tetapi Jerman lewat barang-barang modal berkualitas tingginya bisa mengatasi hal tersebut.Para ekonom pun berdebat mengenai apakah penguatan euro ini hal yang bagus bagi negara Eropa. "Saya tidak bisa mengatakan bahwa penguatan euro itu hal yang baik karena pertumbuhan ekspor sudah cukup mendukung perekonomian dan itu bagus bagi pemulihan ekonomi," ujar analis dari Capital Economics Jennifer McKeown."Kami menginginkan adanya keseimbangan baru, kami mengharapkan adanya pertumbuhan konsumsi," tambahnya.McKeown menilai Perancis memiliki masalah struktural namun di sisi lain Jerman berhasil mengatasinya sehingga penguatan euro tidak terlalu memberikan efek negatif.Ekonom ABN Amro Dario Perkins menilai Sarkozy terlalu melebih-lebihkan penguatan euro. "Dampak penguatan euro akhir-akhir ini tidak seperti yang ditakutkan Sarkozy," ujarnya.
(ddn/ddn)











































