WIFI Rilis Internet Rakyat 5G, MPPA Siapkan Rights Issue Saat IHSG Melemah

WIFI Rilis Internet Rakyat 5G, MPPA Siapkan Rights Issue Saat IHSG Melemah

- detikFinance
Jumat, 20 Feb 2026 08:40 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
WIFI Rilis Internet Rakyat 5G, MPPA Siapkan Rights Issue Saat IHSG Melemah
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (19/2) berakhir di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,43% dan ditutup di level 8.274,08.

Di tengah pelemahan indeks, saham MBMA, MDKA, dan AMMN justru mencatat kenaikan dan menjadi penopang pergerakan pasar. Sebaliknya, tekanan datang dari BMRI, DCII, dan DSSA yang bergerak turun.

Aktivitas investor asing terpantau beragam, dengan catatan jual bersih Rp245,37 miliar di pasar reguler, namun secara keseluruhan masih membukukan beli bersih Rp387,80 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi sektoral, lima dari 11 sektor ditutup melemah, dengan sektor teknologi mencatat penurunan paling dalam, sementara sektor basic industry menjadi yang paling menguat.

Sentimen negatif turut tercermin pada pergerakan ETF EIDO dan MSCI Indonesia yang kembali terkoreksi.

ADVERTISEMENT

Kabar Emiten

Solusi Sinergi Digital (WIFI)

WIFI melalui entitas anaknya Telemedia Komunikasi Pratama resmi memperkenalkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz dengan merek Internet Rakyat pada 19 Februari.

Perseroan menargetkan fase komersialisasi penuh dengan 5.500 site aktif pada 2026, yang akan difokuskan di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua. Layanan ini diproyeksikan menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan, dengan paket internet rumah berkecepatan hingga 100 Mbps yang ditawarkan seharga Rp100 ribu per bulan.

Harga tersebut berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Digital sebesar Rp147 ribu. Penggunaan spektrum 1,4 GHz disebut menjadi pembeda utama karena dinilai lebih optimal untuk kualitas jaringan di dalam ruangan.

Matahari Putra Prima (MPPA)

MPPA mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) dengan menerbitkan 24 miliar saham baru bernominal Rp50 per saham.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut direncanakan untuk pembelian sejumlah aset properti di berbagai daerah, termasuk Plaza Gresik, Sinar Matahari Bogor, Mega M Kedung Badak Bogor, Gedoeng Merah eks Matahari Malioboro, serta tambahan aset seperti rumah susun di Dukuh Menanggal dan lahan di Balaraja.

Total nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp780 miliar. Rencana rights issue ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang dijadwalkan pada 30 Maret.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads