Rupiah Sulit Tembus 9.000/US$
Kamis, 04 Okt 2007 12:20 WIB
Jakarta - Mengalirnya dana asing ke Indonesia dan masih berlanjutnya tekanan global terhadap dolar AS, tidak membuat rupiah mudah ke level 9.000/US$.Nilai tukar rupiah diperkirakan tidak akan beringsut dari kisaran Rp 9.000-Rp 9.200 per dolar AS.Analis pasar uang Farial Anwar menilai rupiah tidak akan menguat lagi di bawah level Rp 9.000 per dolar AS."Pergerakan rupiah bisa dibilang anomali, pasar global dolar masih mengalami tekanan rupiah berjalan terbalik sementara pasar modal juga naik. Ini karena pasar tidak yakin rupiah bisa dibawah Rp 9.000," ujarnya saat dihubungi detikFinance, Kamis (4/10/2007).Minimnya keyakinan pelaku pasar terhadap penguatan rupiah lebih lanjut, menurut Farial, juga karena kebijakan BI yang tidak mendukung penguatan rupiah di bawah 9.000/US$."BI menyatakan masih nyaman di atas Rp 9.000 dengan alasan nyaman bagi eksportir," kata Farial.Menurut Farial, sebaiknya BI mendukung penguatan rupiah lebih lanjut. Karena disisi importir, pengusaha yang memiliki utang asing justru akan diuntungkan.Terkait tetap bukanya bursa saat transaksi valas BI ditiadakan pada 17-19 Oktober 2007, Farial melihat hal itu tidak akan berpengaruh terhadap pergerakan rupiah."Kalau pasar modal tetap buka settlement-nya kan tetap setelah BI beroperasi normal, jadi tidak ada pengaruhnya," tambahnya.
(ard/ir)











































