×
Ad

Timur Tengah Memanas, IHSG Terjun Bebas!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 02 Mar 2026 09:21 WIB
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun ke zona merah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Pasar merespons negatif situasi Timur Tengah yang memanas usai Amerika Serikat (AS) dan Iran saling berbalas serangan.

Mengutip data RTI, Senin (2/3/2026), IHSG per pukul 09.05 WIB melemah 1,58% atau sekitar 129 poin ke level 8.105,76. Paling dalam IHSG anjlok hampir 2% pagi ini, tepatnya melemah 1,8% atau turun 151 poin di level 8.049,38.

IHSG diperdagangkan paling tinggi di level 8.113,47 dan terendah 8.092. Sebanyak 625 saham melemah, 65 saham menguat, dan 40 lainnya stagnan.

Volume perdagangan tercatat 5,43 miliar saham dengan perputaran uang Rp 3,53 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 421.239 kali.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam risetnya menjelaskan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain,dari dalam negeri, IHSG berfluktuasi, selama sepekan -0,44% (27/2). Investor asing outflow di seluruh pasar ekuitas Rp4,90 triliun dalam sepekan. Namun, akumulasi outflow sejak awal tahun (ytd) mencapai Rp9,61 triliun (27/2/2026).

"Indeks PMI manufaktur Indonesia pada Feb-2026 naik 53,8 dari bulan sebelumnya 52,6. Apresiasi tersebut senada dengan kenaikan permintaan, pesanan ekspor, hingga penyerapan tenaga kerja baru. Di sisi lain, meningkatnya harga bahan baku merupakan tekanan yang perlu dijaga. Indeks manufaktur tersebut mencapai level tertingginya sejak Mar-2024. Dari emiten, JPFA pada 25FY melaporkan pendapatan Rp60,71 triliun +8,8% yoy, sementara laba bersih +32,6% yoy Rp 4 triliun," tulisnya.

Dari Mancanegara, Harga minyak mentah WTI +7,24% ke level USD 71,9 per barel atau +16,20% dalam sebulan terakhir (2/3/2026). Lonjakan harga minyak mentah terjadi mencerminkan risk premium yang signifikan akibat gejolak geopolitik. Ketegangan antara AS dan Iran, mendorong risiko pasokan minyak global terutama dari kawasan Timur Tengah yang merupakan jalur penting ekspor minyak dunia.

"Selat Hormuz pada kawasan tersebut menjadi jalur transit kritis 20% pasokan minyak global. Selain itu, pelemahan Dolar AS juga mendorong kenaikan harga komoditas. Sementara, OPEC+ menyetujui peningkatan produksi minyak +206 ribu bpd mulai Apr-2026, meskipun konflik AS-Iran mengganggu pengiriman minyak mentah. Harga emas global naik +1,32% USD 5.340/oz (2/3/2026) sebagai aset safe haven. Bursa Asia Pasifik dibuka melemah menyusul konflik geopolitik tersebut Indeks Nikkei 225 -1,76% (2/3/2026)," lanjutnya.




(hal/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork