OJK Temui Fitch Jelang Penilaian Peringkat Utang RI

OJK Temui Fitch Jelang Penilaian Peringkat Utang RI

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 14:17 WIB
Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi,
Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah melakukan pertemuan dengan lembaga pemeringkat global Fitch Ratings minggu lalu. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas penilaian peringkat kredit dan outlook Indonesia.

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan saat ini Fitch Ratings tengah melakukan penilaian peringkat kredit dan outlook bagi pemerintah Indonesia. Adapun saat ini, peringkat kredit Fitch Rating terhadap Indonesia adalah BBB dengan outlook stabil.

"Secara umum memang ini siklus yang normal, yang biasa mereka lakukan pada saat ingin melakukan penilaian rating dan outlook dari satu negara," ungkap Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan mengatakan, Fitch Ratings juga bertemu dengan Bank Indonesia (BI) sebagai mitra utama. Selain itu, Fitch Ratings juga berdiskusi dengan otoritas fiskal yakni Kementerian Keuangan dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

ADVERTISEMENT

"Tidak hanya OJK. Tentu counterpart utamanya kan di Bank Indonesia. Kemudian mereka juga bertemu dengan otoritas fiskal, Kementerian Keuangan. Tentu kami sebagai micro financing supervisor OJK. Dan saya kira juga bertemu dengan berbagai elemen lain ya. Pelaku pasar, industri maupun saya dengar juga bertemu dengan Danantara dan yang lainnya," imbuhnya.

Hasan menambahkan, OJK juga menyampaikan tentang agenda reformasi pasar modal untuk mendukung perekonomian nasional. Selain itu, OJK juga menyampaikan agenda-agenda di sektor keuangannya lainnya, seperti perbankan hingga asuransi.

"Kami malah tanpa ditanya, kami juga menghadirkan atau memberikan informasi tentang agenda-agenda reform ini," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Danantara sempat bertemu dengan dengan jajaran Moody's Ratings dan salah seorang filantropis, Chrissy Haslam, di New York. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono, dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

"Pertemuan dengan jajaran Moody's Ratings, termasuk Chrissy Haslam di New York, menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman global terhadap arah kelembagaan Danantara serta fondasi ketahanan ekonomi Indonesia," ungkap Rosan dalam unggahan resmi Instagram @rosanroeslani, Kamis (26/2/2026).

Tonton juga video "Prabowo: Rezim yang Berkuasa Selalu Bayar Utang Rezim Sebelumnya"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads