Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sejak pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (4/3/2026). Diketahui, IHSG sempat terkoreksi bahkan lebih dari 4% di perdagangan sesi I.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, mengatakan pelemahan terjadi imbas meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Konflik tersebut kian memanas usai Iran menutup pelayaran di Selat Hormuz.
"Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat," ungkap Irvan dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: IHSG Makin Berdarah-darah, Anjlok 4%! |
Namun, Irvan menyebut pelemahan IHSG terjadi sejalan dengan indeks saham regional lainnya. Ia menyebut, indeks saham Korea Selatan (Korsel) sempat trading halt karena melemah lebih dari 8%.
"Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX. Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8%," imbuhnya.
Sebagai informasi, IHSG melemah sebanyak 4,43% ke level 7.588,38 pada pukul 10.27 WIB.
Tonton juga video "Ingin Terlepas dari Tekanan, Sektor Keuangan Jadi Penopang Utama IHSG"
(acd/acd)