Awas, Profit Taking Mengincar

Awas, Profit Taking Mengincar

- detikFinance
Senin, 08 Okt 2007 08:21 WIB
Jakarta - Setelah menembus level yang spektakuler di 2.500 pada akhir pekan lalu, posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat rawan aksi profit taking. Apalagi pekan ini para pelaku pasar akan segera menyambut libur panjang lebaran.Namun dorongan penguatan masih ada diantaranya dari penguatan bursa-bursa regional dan global. Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup kembali menguat, bahkan Standard & Poor's untuk pertama kalinya menembus level 500.Selain itu masih adanya pencatatan saham baru bisa menjadi sentimen positif tambahan. Pada perdagangan Senin (8/10/2007), IHSG diprediksi akan bergerak terbatas ke arah positif. Investor akan menantikan keputusan rapat dewan gubernur (RDG) BI yang digelar siang ini. Namun diperkirakan BI akan menahan BI Rate yang saat ini 8,25%. Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Bhakti Securities:Ekspektasi kemungkinan akan turunnya BI rate mengakibatkan indeks pada perdagangan sepekan kemarin menguat tajam sebesar 6% menuju level tertinggi baru di 2,500 kendati laju inflasi berada diluar perkiraan. Di pekan ini indeks kami perkirakan berpeluang terkena aksi profit taking mengingat pasar telah merefleksi kemungkinan turunnya BI rate. Kisaran indeks sepekan 2,425-2,575. Optima Investama:Indeks akhirnya mencapai 2.500 level tertinggi yang pernah dicapai selama ini lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya didorong oleh saham blue chip seperti TLKM, PGAS, dan ASII. Indeks saat ini dalam kondisi bullish dimana saham berfundamental bagus namun masih undervalued menjadi pilihan investor terutama yang berbasis komoditas. Indeks hari ini diperkirakan masih dalam trend positif dengan saham pilihan: ANTM, PGAS, TLKM, dan DEWA.Panin Sekuritas:Pada penutupan perdagangan Jumat akhir pekan lalu, akhirnya IHSG berhasil ditutup menyentuh level 2.500. Hari ini BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 8.25% sehubungan dengan tingginya inflasi September lalu. Pasar regional masih dalam sentimen positif pasca krisis subprime mortgage mereda. Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed menanti keputusan BI terkait suku bunga dan inflasi. Kisaran support-resistance 2.488-2.512. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads