GOTO Raup EBITDA Rp 2 T Sepanjang 2025

GOTO Raup EBITDA Rp 2 T Sepanjang 2025

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2026 19:00 WIB
Logo GOTO
Foto: Dok. GOTO
Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan EBITDA Grup sebesar Rp 2 triliun sepanjang 2025. Capaian ini meningkat dari target yang ditetapkan pada kisaran Rp 1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun di tahun 2025.

Direktur Utama Grup GOTO, Hans Patuwo, mengatakan perseoran mencatatkan kinerja positif dengan GTV inti meningkat 49%. Ke depan, GOTO menargetkan EBITDA Grup naik 59-69% di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

"Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp 3,2-3,4 triliun," ungkap Hans dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, pertumbuhan laba perseroan diperkirakan tumbuh berkelanjutan di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026. Sementara pendapatan GOTO ditargetkan tumbuh lebih kuat pada semester II. Hans menambahkan, perusahaan akan fokus pada segmen affluent maupun mass market. Selain itu, GOTO juga akan melanjutkan investasi pada kapabilitas utama.

ADVERTISEMENT

"Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik," jelasnya.

Sementara itu Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menjelaskan perusahaan berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas. Menurutnya, kinerja sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas di tahun 2026.

GOTO menargetkan EBITDA yang disesuaikan di kisaran Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun untuk segmen Financial Technology (Fintech). Sementara untuk segmen On Demand Services (ODS) sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun sepanjang tahun 2026.

"Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026," jelasnya.

Sebagai informasi, GTV Inti Grup GOTO tumbuh 57% secara tahunan menjadi Rp 124 triliun pada kuartal IV. Angka tersebut juga naik 49% sepanjang tahun 2025 menjadi Rp 400 triliun.

Total GTV naik menjadi Rp 212 triliun, atau tumbuh 47% sepanjang kuartal IV. Kemudian sepanjang tahun 2025, GTV GOTO meningkat 32% menjadi Rp 686 triliun.

Kemudian untuk pendapatan bersih naik 19% menjadi Rp 5 triliun pada kuartal IV 2025. Kemudian sepanjang tahun 2025, pendapatan GOTO naik 24% menjadi Rp 18,3 triliun.

Sejalan dengan meningkatnya jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup sebesar 24% secara tahunan menjadi 66 juta pengguna. EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 672 miliar pada kuartal IV atau naik sekitar 106%.

Perseroan juga membukukan arus kas bebas yang disesuaikan sebesar Rp 748 miliar pada kuartal IV, atau sekitar Rp 966 miliar untuk tahun buku 2025. Kemudian untuk imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp 193 miliar pada kuartal IV, atau mencapai Rp 820 miliar sepanjang tahun 2025.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads