Rupiah Loyo Imbas Perang, Purbaya: yang Nggak Punya Duit yang Jelek-jelekin

Rupiah Loyo Imbas Perang, Purbaya: yang Nggak Punya Duit yang Jelek-jelekin

Herdi Alif Al Hikam, Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 13 Mar 2026 18:30 WIB
Rupiah Loyo Imbas Perang, Purbaya: yang Nggak Punya Duit yang Jelek-jelekin
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah pihak-pihak yang mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan terus tertekan imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran di Timur Tengah.

Menurutnya setelah perang meletus, kurs rupiah hanya terdepresiasi 0,3%. Kondisi ini menunjukkan ketahanan rupiah di tengah dinamika global, meski ia tidak memungkiri jika konflik tersebut sedikit banyak memberikan dampak.

"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau dikatakan betul Pak, itu setiap perang rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3%" kata Purbaya dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya dengan nada sedikit bercanda mengatakan pihak-pihak yang menjelek-jelekan nilai rupiah saat ini merupakan orang-orang yang tak berduit. Sedangkan orang-orang yang memiliki banyak uang melihat kondisi rupiah sangat berdaya tahan di tengah gejolak geopolitik di Timur Tengah.

"Jadi sebetulnya bagus daya tahanan kita, yang real, yang pemain yang punya duit betul bilangnya seperti ini. Tapi yang nggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin, Pak," ucap Purbaya.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat melemah pada perdagangan Senin (9/3/2026). Mata uang negara Paman Sam itu bergerak menguat di level Rp 17 ribuan pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg dalam catatan detikfinance, menunjukkan dolar AS bergerak menguat 0,50% ke level Rp 17.009. Diketahui, nilai tukar rupiah sebelumnya ditutup melemah 20 poin ke level Rp 16.925 pada Jumat (6/3).

Sementara itu, dolar AS terpantau bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang lainnya. Misalkan terhadap euro (EUR), dolar AS melemah 0,90%. Kondisi serupa dialami dolar AS terhadap terhadap pound sterling (GBP) yang melemah 0,89%.

Dolar AS juga melemah terhadap mata uang dolar Australia (AUD) sebesar 0,84%. Meski begitu, dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang yen Jepang (JPY) sebesar 0,60%.

Sementara terhadap franc Swiss (CHF), dolar AS menguat 0,79%. Demikian pula terhadap dolar Kanada (CAD), dolar AS tercatat melemah sebesar 0,10%.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads