×
Ad

IHSG Terkoreksi ke 7.137, Asing Jual Bersih Rp 221 M

- detikFinance
Senin, 16 Mar 2026 09:16 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
ilustrasi saham dengan latar belakang hitam pada tablet dan laptop
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (13/3) di zona merah. Indeks terkoreksi 3,05% ke level 7.137,21 setelah tekanan jual terjadi di hampir seluruh sektor.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham masih mencatatkan penguatan. Saham Sinar Mas Multiartha (SMMA) naik 2,04%, diikuti Adaro Minerals Indonesia (ADMR) yang menguat 3,19%, serta Adaro Andalan Indonesia (AADI) yang naik 1,97%.

Sebaliknya, sejumlah saham menjadi penekan utama pergerakan IHSG. Di antaranya Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang merosot 11,47%, Amman Mineral Internasional (AMMN) turun 10,41%, serta DCI Indonesia (DCII) yang melemah 7,89%.

Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp221,84 miliar di pasar reguler. Sementara jika dihitung dari seluruh pasar, net sell asing mencapai Rp117,48 miliar.

Tekanan juga terlihat pada seluruh sektor di bursa. Sebanyak 11 sektor saham ditutup melemah, dengan sektor transportasi mencatat koreksi paling dalam hingga 3,87%.

Pelemahan IHSG terjadi seiring sentimen negatif dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat juga berakhir di zona merah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,26% ke 46.558, disusul S&P 500 yang melemah 0,61% ke 6.632, serta Nasdaq Composite yang turun 0,93% menjadi 22.105.

Kekhawatiran investor meningkat setelah muncul ancaman dari pemerintahan Donald Trump terkait kemungkinan serangan terhadap fasilitas ekspor minyak mentah Iran. Di saat yang sama, data inflasi inti PCE Amerika Serikat yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan turut menambah tekanan di pasar.

Kondisi tersebut turut berdampak pada instrumen yang terkait pasar Indonesia. ETF iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) tercatat turun 1,45%, sementara indeks MSCI Indonesia melemah 1,52%.

Berita Emiten

Bukalapak.com (BUKA)

BUKA mencatatkan perbaikan kinerja keuangan pada 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,14 triliun setelah pada 2024 masih mencatat rugi Rp1,54 triliun.

Perbaikan kinerja tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 45,96% menjadi Rp6,51 triliun, dari sebelumnya Rp4,46 triliun. Pertumbuhan ini terutama berasal dari segmen gaming yang menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan perusahaan.

Selain itu, Bukalapak juga mencatat keuntungan dari aktivitas investasi sebesar Rp2,37 triliun, berbalik dari kerugian pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,54 triliun.

Secara teknikal, saham BUKA dinilai berpotensi melanjutkan penguatan menuju area Rp139 yang menjadi level dynamic resistance setelah terbentuk swing low yang valid.

Astra International (ASII)

ASII berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Perusahaan menyiapkan dana maksimal Rp2 triliun untuk aksi korporasi tersebut. Buyback akan dilakukan dengan batas nilai tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, sesuai ketentuan dalam POJK No. 13/2023.

Program buyback dijadwalkan berlangsung mulai 16 Maret hingga 15 Juni.

Di sisi kinerja, total aset Astra diperkirakan turun tipis menjadi Rp505,37 triliun dari sebelumnya Rp507,37 triliun. Meski begitu, laba bersih per saham diproyeksikan meningkat menjadi Rp819 per saham, naik dari sebelumnya Rp810 per saham.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork