Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (27/03) dengan penurunan 0,94% ke level 7.097,06.
Pergerakan pasar cenderung tertekan, meski sejumlah saham seperti ENRG melonjak 12,54%, disusul TPIA naik 1,72% dan MEGA menguat 3,08%. Sebaliknya, saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA turun 2,55%, TLKM melemah 3,79%, dan BBRI terkoreksi 2,01% menjadi pemberat utama indeks.
Aksi investor asing masih mencatatkan arus keluar dana dengan nilai jual bersih sekitar Rp1,89 miliar di pasar reguler dan Rp1,76 triliun di seluruh pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi sektor, mayoritas atau 8 dari 11 sektor mengalami penurunan, dipimpin sektor infrastruktur yang melemah 1,29%. Sementara itu, sektor energi menjadi yang paling kuat dengan kenaikan tipis 0,35%.
Sentimen global turut memengaruhi pergerakan pasar domestik. Bursa saham Amerika Serikat ditutup kompak melemah, dengan Dow Jones turun 1,73% ke 45.166, S&P 500 terkoreksi 1,67% ke 6.368, dan Nasdaq turun 2,15% ke 20.948.
Tekanan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang batas waktu moratorium terkait infrastruktur energi Iran hingga 6 April, disertai rencana penambahan pasukan darat. Dampaknya, indeks ETF Indonesia (EIDO) turun 1,41% dan MSCI Indonesia melemah 1,74%.
Berita Emiten
Ramayana Lestari Sentosa (RALS)
RALS melaporkan penurunan kinerja sepanjang 2025. Laba bersih tercatat turun 15,52% menjadi Rp265,28 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp314,05 miliar.
Penurunan ini sejalan dengan pendapatan yang menyusut 14,31% menjadi Rp2,36 triliun. Di sisi lain, beban pokok penjualan juga ikut menurun 17,64% menjadi Rp1,13 triliun.
Turunnya pendapatan RALS tidak lepas dari berkurangnya jumlah gerai Ramayana menjadi 86 unit dari sebelumnya 90 gerai. Untuk gerai Robinson dan Cahaya, jumlahnya tidak mengalami perubahan.
Perusahaan juga melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja menjadi 2.968 orang dari sebelumnya 3.395 karyawan. Pergerakan saham RALS secara teknikal masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan kisaran support di area Rp428.
Mora Telematika Indonesia (MORA)
MORA mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp1,02 triliun. Langkah ini dilakukan seiring rencana penggabungan usaha dengan Bersama Eka Mas Republik (EMR). Investor yang tidak berpartisipasi dalam rencana tersebut memiliki opsi untuk menjual sahamnya di harga Rp432 per saham.
Periode pengajuan buyback dijadwalkan berlangsung pada 1β10 April, dengan penyelesaian transaksi pada 17 April. Jika jumlah saham yang diajukan melebihi batas yang ditentukan, kelebihannya akan dialihkan kepada pihak ketiga, yaitu PT Innovate Mas Utama (IMU). Proses penggabungan usaha antara MORA dan EMR ditargetkan mulai berlaku efektif pada 22 April.
Rekomendasi Saham Hari Ini
ENRG - Buy 1595-1610 | TP 1650-1680 | SL 1520
JPFA - Buy 2380-2400 | TP 2490-2550 | SL 2240
STAA - Buy 1205-1215 | TP 1250-1270 | SL 1145
ELPI - Buy 1700-1710 | TP 1900-1965 | SL 1610
INDY - Buy 3070-3090 | TP 3200-3250 | SL 2900
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)










































