Laba Emiten Konglomerat Toto Sugiri (DCII) Tembus Rp 1 T

Laba Emiten Konglomerat Toto Sugiri (DCII) Tembus Rp 1 T

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 30 Mar 2026 19:30 WIB
Otto Toto Sugiri
Otto Toto Sugiri/Foto: Dok. DCI Indonesia
Jakarta -

Emiten konglomerat Otto Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII), membukukan pertumbuhan laba bersih 25,7% menjadi Rp 1 triliun sepanjang 2025. Capaian ini ditopang oleh pendapatan yang tumbuh 40,1% menjadi Rp 2,54 triliun sepanjang tahun 2025.

Kemudian EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp 1,55 triliun dengan margin 61,0%. Total aset DCII juga tercatat tumbuh menjadi Rp 6,65 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp 4,00 triliun hingga akhir 2025.

Direktur Corporate Affairs sekaligus Sekretaris Perusahaan DCI Indonesia, Indri Koesindrijastoeti, menjelaskan pertumbuhan pendapatan ditopang sejumlah ekspansi bisnis. Pada 2025, pusat data JK6 di Kampus H1 Cibitung berkapasitas 36 MW milik DCII resmi beroperasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, DCJI juga telah merampungkan pembangunan E2 Data Center Surabaya dengan kapasitas IT sebesar 9 MW. Pusat data ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada Kuartal I 2026.

ADVERTISEMENT

Kehadiran fasilitas ini memperluas jangkauan geografis platform pusat data DCII yang tersebar di empat lokasi strategis, yakni Cibitung (H1), Karawang (H2), Jakarta (E1), dan Surabaya (E2).

"Penyelesaian E2 Surabaya semakin memperkuat kapasitas dan platform pusat data Perseroan. Pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang solid mencerminkan efisiensi operasional serta keunggulan time-to-market yang secara konsisten kami pertahankan," ungkap Indri dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).

Indri menjelaskan, perseroan akan melanjutkan pengembangan DCI Platform melalui ekspansi time-to-market yang cepat untuk menjaga keandalan operasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pusat data DCII yang mendukung beban kerja AI, komputasi berdensitas tinggi, dan otomasi berbasis data.

DCII saat ini juga tengah mengembangkan pusat data di Surabaya untuk mendukung redundansi terhadap Jakarta dan mendukung kebutuhan trafik berlatensi rendah. Langkah ini dianggap mampu memperkuat konektivitas digital nasional, khususnya bagi wilayah Indonesia bagian timur.

"Perseroan akan terus mengembangkan infrastruktur pusat data berstandar global untuk mendukung kebutuhan AI, cloud, serta komputasi berdensitas tinggi di Indonesia," pungkasnya.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads