Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bergerak terbatas dengan koreksi tipis 0,08% ke posisi 7.091,67 pada perdagangan Senin (30/03).
Pergerakan pasar cenderung campuran, di mana penguatan ditopang oleh saham DSSA yang naik 6,62%, DCII menguat 4,73%, serta ASII bertambah 3,67%. Sementara itu, tekanan datang dari saham perbankan dan energi seperti BBCA yang turun 3,73%, BBRI melemah 1,75%, dan BYAN terkoreksi 3,25%.
Aksi jual investor asing masih terlihat dengan nilai jual bersih mencapai Rp678,17 miliar di pasar reguler dan Rp686,13 miliar di seluruh pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi sektor, empat dari sebelas sektor berakhir di zona negatif. Sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,17%, sedangkan sektor energi menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 2,18%.
Dari global, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi. Dow Jones naik tipis 0,11% ke level 45.216, sementara S&P 500 turun 0,39% ke 6.343 dan Nasdaq melemah 0,73% ke posisi 20.794. Kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan CPO menjadi sentimen positif bagi negara produsen, termasuk Indonesia, yang tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 0,45%.
Namun, lonjakan harga minyak mentah WTI yang menembus di atas USD 100 per barel memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi, sejalan dengan pelemahan indeks MSCI Indonesia sebesar 0,78%.
Berita Emiten
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM)
BJTM mencatat pertumbuhan kinerja dengan laba bersih mencapai Rp1,62 triliun pada 2025, naik 24,80% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,29 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan bagi hasil syariah sebesar 22,78% menjadi Rp10,29 triliun. Di sisi lain, beban bunga dan bagi hasil juga meningkat 15,75% menjadi Rp3,07 triliun.
Penyaluran kredit BJTM tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang naik menjadi 85,39 pada 2025, dibandingkan 82,05 pada 2024 dan 70,03 pada 2023. Meski begitu, rasio kredit bermasalah (NPL) turut meningkat menjadi 3,88% dari sebelumnya 3,45%. Manajemen menyampaikan akan menjaga kualitas kredit dengan menargetkan penurunan NPL gross ke kisaran 3,20% hingga 3,40% pada tahun berjalan.
Saranacentral Bajatama (BAJA)
BAJA bersiap melakukan penambahan modal melalui rights issue dengan menerbitkan 1 miliar saham baru. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban kepada pihak terafiliasi, Sarana Steel, dengan total nilai sekitar Rp445,33 miliar, yang terdiri dari pokok utang Rp317,56 miliar dan bunga Rp127,76 miliar.
Dalam rencana tersebut, Sarana Steel bersama pemegang saham pengendali Ibnu Susanto akan berperan sebagai pembeli siaga dengan porsi maksimal masing-masing 70% dan 30%. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki struktur keuangan sekaligus menyelesaikan kewajiban perseroan.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BUMI - Buy 218-224 | TP 230-240 | SL 208
SIMP - Buy 635-645 | TP 655-670 | SL 600
MSIN - Buy 565-575 | TP 600-615 | SL 540
ASII - Buy 6200-6300 | TP 6425-6550 | SL 5825
TAPG - Buy 1820-1830 | TP 1870-1900 | SL 1725
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
Simak juga Video 'Kapolri Awasi Pasar Modal dari Praktik Saham Gorengan':
(ang/ang)










































