OJK Buka Data Identitas Pemegang Saham Jumbo Sore Ini!

OJK Buka Data Identitas Pemegang Saham Jumbo Sore Ini!

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 02 Apr 2026 15:42 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi membuka data high shareholding concentration atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi terhadap saham suatu emiten. High shareholding concentration ini kondisi di mana besar saham suatu emiten hanya dimiliki oleh sedikit pihak atau pihak afiliasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pembukaan data high shareholding concentration akan dilakukan pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (2/4/2026). Pengungkapan data ini dipastikan tidak akan mengganggu mekanisme perdagangan pasar.

"Untuk mekanisme high shareholding concentration, hari ini rencana akan mulai juga dilakukan penyampaian publikasinya. Jadi kami putuskan tentu tanpa mengganggu mekanisme pasar nanti segera setelah tutup jam perdagangan hari ini," ungkap Hasan dalam konferensi persnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan mengatakan, pengungkapan data ini menjadi semacam peringatan dini terhadap investor pasar modal dalam pengambilan keputusan. Namun ia menegaskan, pengungkapan data ini bukan sebuah pelanggaran.

ADVERTISEMENT

"Informasi tambahan yang penting, yang boleh jadi dimanfaatkan sebagai early warning bagi para investor untuk mengambil keputusan. Jadi ini bukan karena pelanggaran tertentu tapi akan terbuka informasi untuk daftar saham-saham yang memang terkonfirmasi mengalami konsentrasi yang tinggi atau kepemilikan yang terbatas dimiliki oleh hanya sedikit pihak," imbuhnya.

Hasan menambahkan, OJK dan Self-Regulatory Organization akan terus melanjutkan sosialisasi sebagai bentuk keterbukaan informasi. Ia juga akan melanjutkan pertemuan dengan penyedia indeks global untuk meminta sejumlah masukan terkait transparansi di pasar modal.

"Kami terus juga akan memastikan dilakukannya serangkaian pertemuan lanjutan dengan para index provider global dan juga kami akan secara proaktif meminta masukan dan pandangan dari para investor terkait dengan tingkat transparansi yang sudah kita hadirkan," pungkasnya.

Saksikan Live DetikSore :

Lihat juga Video: Daftar Pemegang Saham Terbesar 4 Perusahaan Hiburan di Korsel

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads