Emiten otomotif dan transportasi PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sepanjang 2025 mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,2 triliun, dengan Laba Bersih Perseroan tercatat sebesar Rp 462 miliar.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendapatan dan laba bersih masing-masing mencatat pelemahan sebesar 1% dan 19%, yang terutama mencerminkan dinamika industri dan normalisasi pada beberapa segmen bisnis setelah mencatat pertumbuhan yang kuat pada periode sebelumnya. Meskipun demikian, Perseroan tetap berfokus pada menjaga disiplin operasional, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio bisnis, guna mempertahankan kinerja yang sehat serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
"Sepanjang tahun 2025, MPMX berhasil mendorong berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas operasional, memperkuat kolaborasi antar unit bisnis, serta meningkatkan disiplin dalam pengelolaan biaya dan proses kerja," kata Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati dalam siaran pers, ditulis Kamis (2/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun melemah 2% YoY. Segmen distribusi mencatat penjualan sebesar 699 ribu unit, sementara pendapatan dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang meningkat sebesar 3,5% YoY. Penyesuaian kinerja ini seiring dengan moderasi permintaan kendaraan roda dua di pasar domestik.
Bisnis ritel melalui MPMotor berhasil menjual 187 ribu unit, sementara pendapatan ritel dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang dan layanan perbaikan meningkat sebesar 24% YoY. Perseroan tetap berfokus pada penguatan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta optimalisasi aktivitas penjualan untuk menjaga daya saing di pasar.
Segmen bisnis asuransi MPMInsurance mempertahankan momentum pemulihan dengan mencatat pendapatan sebesar Rp927,8 miliar, atau naik 1,6% YoY didorong oleh kinerja produk rekayasa (engineering) dan properti, meskipun terjadi pelemahan di kendaraan bermotor, dan beban klaim meningkat sebesar 1% YoY.
Selain kinerja jasa asuransi, Perusahaan juga membukukan pertumbuhan hasil investasi pada instrumen ekuitas, obligasi, dan reksa dana yang menghasilkan pengembalian hasil investasi yang lebih baik dengan peningkatan 45% YoY. Dengan demikian, MPMInsurance berhasil membukukan pertumbuhan Laba Bersih sebesar 69,7% YoY.
Penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat sebesar 6% YoY menjadi 4.000 unit yang sebagian besar disumbang oleh kendaraan niaga. Dalam rencana pengembangan bisnis, perusahaan akan mengintegrasikan hingga 10 kantor cabang MPMRent sebagai cabang AUKSI.
Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas cakupan operasional, meningkatkan volume unit yang dilelang (consignments), memperluas partisipasi peserta lelang (buyers), serta memberikan layanan yang lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan klien. Segmen jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia, masih berfokus pada pengendalian risiko, pemulihan, serta efisiensi operasional.
Kerugian bersih dari kegiatan operasional menunjukkan pelemahan sebesar 53% menjadi sebesar Rp437 miliar. Ke depan, perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas aset melalui pembaruan model penilaian risiko serta penguatan proses penagihan internal. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih prudent sekaligus menjaga kualitas aset secara berkelanjutan. Dividen Sebagai komitmen berkelanjutan untuk memberikan penghargaan kepada pemegang saham, pada tahun 2025, Perseroan telah membagikan dividen Rp120 per saham untuk tahun buku 2024.
Perseroan akan terus berupaya memberikan pengembalian yang maksimal kepada pemegang saham berupa pembagian dividen secara konsisten dalam jangka panjang. Environmental, Social, and Governance (ESG) Perseroan berkomitmen terhadap keberlanjutan dan menggabungkan prinsip-prinsip utama lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam menetapkan strategi dan operasi bisnisnya.
(kil/kil)










































