×
Ad

WIKA Targetkan 'Gembok' di Bursa Dibuka Semester II-2026

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 06 Apr 2026 16:14 WIB
Ilustrasi.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan pembukaan kembali 'gembok' perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada semester II 2026.

Sebagai informasi, pada Februari 2025 BEI menggembok atau suspensi saham WIKA dari seluruh perdagangan karena tidak kegagalan perseroan dalam memenuhi kewajiban pembayaran obligasi dan sukuk.

"Target kami sih di semester II mestinya itu sudah dibuka," ujar Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito saat ditemui di Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).

Agung mengakui pada tahun lalu, Perseroan menghadapi tekanan yang cukup berat. Oleh karena itu perusahaan lebih memprioritaskan keberlangsungan operasional.

Setalah dinilai membaik, Perseroan kemudian melakukan restrukturisasi utang, baik dengan perbankan maupun pemegang obligasi dan sukuk pada semester I 2026.

Dengan begitu, Agung bilang pada semester II 2026 perseroan akan mulai fokus menjalankan kewajiban pembayaran sesuai hasil perjanjian restrukturisasi.

"Mestinya setelah itu kita di semester II sudah mulai fokus untuk membayar kewajiban sesuai dengan hasil perjanjian di semester I," katanya.

"Itu bisa dibuktikan kenapa kita fokus ke kenapa kita fokus ke operasional dulu, kita bisa buktikan bagaimana progres HBR II yang Alhamdulillah tidak terhambat ya dengan proyek sebesar ini kita juga bisa melaksanakan apa namanya proyek ini dengan baik," sambungnya.

Agung menambahkan, Perseroan juga mencatat adanya perbaikan kondisi keuangan, di mana sepanjang 2025, perusahaan berhasil menurunkan utang sekitar Rp 3 triliun serta meningkatkan kemampuan arus kas dibandingkan periode sebelumnya.

"Artinya sebenarnya secara kemampuan cash-free cash sebenarnya lebih baik dibanding sebelumnya. Bahkan di tahun 2025 kita juga malah penurunan hutang cukup signifikan juga sampai Rp 3 triliun di tahun 2025," kata Agung.




(hrp/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork