IHSG Bisa Ketularan Wall Street
Senin, 22 Okt 2007 08:12 WIB
Jakarta - Wall Street akhir pekan lalu dilanda kejatuhan yang paling dalam lagi 'memperingati' 20 tahun kejatuhan pasar di New York. Kejatuhan itu bisa-bisa menular lagi ke bursa-bursa regional.Pada perdagangan Jumat (19/10/2007) akhir pekan lalu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok hingga 366,94 poin (2,64%) ke level 13.552,02. Pelemahan terjadi akibat kekhawatiran terhadap proyeksi ekonomi AS dan antisipasi laporan keuangan emitan. Kejadian di New York 20 tahun silam juga memberi dampak psikologis pada kejatuhan pasar. Pada Oktober 1987 silam, Dow Jones anjlok hingga 508 poin dan disebut sebagai peristiwa 'Black Monday'.Aksi tersebut bisa berpengaruh pada perdagangan saham di lantai bursa pada Senin (22/10/2007). Para investor kembali berjaga memantau situasi pasar regional.Kewaspadaan terus ditingkatkan mengingat harga minyak mentah dunia masih saja bergejolak. Beberapa saham komoditas mungkin akan diuntungkan dengan lonjakan harga minyak dunia itu. Namun kekhawatiran pengaruh terhadap perekonomian akan menjadi sentimen negatif.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:Optima InvestamaHarga minyak yang tembus USD 90/barrel membuat bursa Asia relatif melemah dan berdampak pada IHSG yang telah beberapa kali rally tanpa koreksi menemukan momentumnya untuk koreksi atau profit taking sementara waktu. Investor tampaknya mulai menghindari saham yang sensitif terhadap kenaikan BBM seperti transportasi, banking, manufaktur dan properti serta wait and see sementara waktu untuk masuk kembali kepasar. Indeks hari ini diperkirakan berkisar 2.530-2.600 dengan saham pilihan ANTM, BUMI, UNSP, DEWA dan PGAS.Bhakti SecuritiesAksi profit taking lanjutan terhadap saham-saham unggulan pada akhir pekan kemarin mengakibatkan indeks kembali terkoreksi sebesar 2,02% menjadi 2.563. Penurunan indeks terlihat belum mencapai dasarnya, walaupun secara volume telah mengalami penurunan sehingga kami perkirakan indeks pada awal pekan ini berpeluang bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Kisaran indeks 2.524-2.600.
(qom/ir)











































