13 Perusahaan Antre IPO, Ini Bocorannya

13 Perusahaan Antre IPO, Ini Bocorannya

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 10 Apr 2026 10:27 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan begitu cerah. IHSG dibuka dengan kokoh di zona hijau.
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada sebanyak 13 calon perusahaan tercatat yang masuk dalam antrean penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Sejauh ini baru ada satu perusahaan yang melakukan IPO sejak awal tahun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan keinginan perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di BEI masih cukup tinggi di tengah dinamika global. Adapun 13 calon perusahaan tercatat ini berasal dari sektor finansial hingga energi.

"Jadi masih 13 (perusahaan) di berbagai sektor, itu kan yang menarik ya. Ada di sektor finansial, energi, entertainment, terus kemudian consumer good, gitu ya. Jadi tersebar di berbagai sektor. Dan saat ini, kembali lagi saya sampaikan, kita dalam kondisi yang dinamis namun appetite-nya masih kelihatan," ungkap Nyoman kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nyoman mengatakan 13 calon perusahaan ditargetkan IPO paling lambat pada bulan Juni 2026. Dia mengatakan, sebagian besar IPO tersebut merupakan lanjutan dari proses yang telah dilakukan tahun lalu.

ADVERTISEMENT

"Ya, laporan keuangan mereka menggunakan laporan keuangan sebagian besar, mungkin 100%, menggunakan laporan keuangan per Desember, sehingga nanti pencatatannya kita harapkan di bulan Juni ini. Paling lambat," jelas Nyoman.

Kendati baru tercatat satu IPO hingga awal April ini, BEI masih optimis dengan target IPO sepanjang tahun 2026. Target itu berupa 555 pencatatan efek, termasuk 50 IPO perusahaan baru.

"Kita optimis ya bahwa tahun ini juga memberikan, kita pencatatan efek akan memberikan kontribusi yang lebih dari tahun sebelumnya. Tapi total ya teman-teman, total. Angkanya nanti saya akan sampaikan karena akan direspons dulu oleh otoritas. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah peningkatannya lebih dari 50% dari total efek yang kita catatkan di tahun 2025," pungkas Nyoman.

(ahi/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads