Ringgit Malaysia melanjutkan penguatan terhadap dolar AS dan mata uang utama lainnya pada Jumat. Kondisi ini didukung sentimen domestik yang solid, seiring pelaku pasar menunggu rilis estimasi awal produk domestik bruto (PDB) Malaysia kuartal I-2026 yang dinilai bisa semakin menopang mata uang tersebut.
Pada pukul 08.00 waktu setempat, ringgit menguat ke level 3,9505/9565 per dolar AS dari 3,9520/9560 saat penutupan Kamis. Kepala ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Dr Mohd Afzanizam Abdul Rashid, mengatakan ringgit diperkirakan bertahan di kisaran RM 3,95 hari ini.
"Semua perhatian tertuju pada estimasi awal PDB kuartal I-2026, dengan proyeksi median sebesar 5,5% (kuartal IV 2025: 6,3%). Data ini berpotensi mendukung penguatan ringgit," ujarnya dikutip dari Bernama, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi global, ia menambahkan bahwa optimisme terhadap putaran kedua perundingan AS-Iran serta peluang tercapainya gencatan senjata permanen dapat meningkatkan sentimen risiko, yang pada akhirnya mendukung mata uang negara berkembang termasuk ringgit.
Kondisi sebaliknya justru dialami oleh rupiah. Mata uang garuda siang ini terpantau melemah hingga 0,27% atau turun 47 poin ke level Rp 17.185 dan menjadikannya yang terendah sepanjang masa.
Kembali ke ringgit, mata uang Malaysia ini menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Ringgit menguat terhadap pound sterling menjadi 5,3431/3512 dari 5,3506/3560, terhadap euro ke 4,6537/6608 dari 4,6551/6598, serta terhadap yen Jepang ke 2,4812/4851 dari 2,4848/4874.
Terhadap mata uang negara ASEAN, ringgit sebagian besar juga menguat. Ringgit naik terhadap dolar Singapura ke 3,1026/1078 dari 3,1069/1103, bertambah terhadap baht Thailand ke 12,3222/3502 dari 12,3473/3664, serta sedikit naik terhadap peso Filipina ke 6,58/6,60 dari 6,59/6,60. Sementara itu, pergerakannya relatif stabil terhadap rupiah Indonesia di kisaran 230,5/230,9.
Saksikan Live DetikSore :











































