Dijaga BI, Rupiah Balik Positif
Kamis, 25 Okt 2007 17:32 WIB
Jakarta - Naiknya kembali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut mengerek rupiah ke teritori positif. Bank Indonesia (BI) juga mengaku menjaga rupiah.Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Kamis (25/10/2007) rupiah menguat 17 poin ke posisi 9.158 per dolar AS.Rupiah bergerak flutuatif sejak awal pekan karena ketidakpastian pasar global menyusul belum habisnya dampak krisis subprime mortgage.Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Budi Mulya mengatakan adanya ketidakpastian ini membuat BI makin mencermati perkembangan ekonomi global dan menjaga volatilitas rupiah.BI akan menjaga rupiah menyusul masih adanya ketidakpastian dalam perekonomian global. Karena rupiah yang terlalu bergejolak sangat berpengaruh ke ekonomi nasional. Ketidakpastian dalam ekonomi global antara lain adalah fluktuasi harga minyak dan penurunan penjualan rumah di AS. Namun Budi yakin hal itu tidak akan terlalu mengancam nilai tukar rupiah. "Insya Allah tidak kan kita ada di situ, menjaga rupiah menjadi hal yang penting bagi BI karena impact rupiah yang bergejolak sangat destruktif, kita menjaga itu," ujarnya di sela-sela halal bihalal Ikatan Bankir Indonesia di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (25/10/2007). BI menurut Budi tidak menargetkan level rupiah. "Kepentingan BI adalah terhadap volatilitas rupiah yang terkendali karena itu penting untuk kelangsungan usaha," ujarnya.
(ddn/ir)











































