×
Ad

Pengumuman MSCI Tak Bikin Investor Panik, Ini Sebabnya

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2026 13:54 WIB
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, Selasa (4/21). Pelemahan indeks ini terjadi menyusul pengumuman pembekuan rebalancing saham RI di Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Namun, IHSG saat ini berhasil memangkas koreksinya. Hingga awal pembukaan sesi II, IHSG tercatat melemah 0,59% ke level 7.549,40. Sementara pada awal pembukaan perdagangan pagi tadi, IHSG diketahui terkoreksi hingga ke titik terendahnya pada level 7.511,82.

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa, menyebut pengumuman MSCI memicu aksi jual di pasar saham Indonesia. Meski begitu, dampak pengumuman MSCI ini sudah diprediksi investor sebelumnya, sehingga koreksi yang terjadi terhadap IHSG tidak sebesar sebelumnya.

"Respon IHSG yang relatif tidak signifikan menandakan investor, terutama asing, sudah mengantisipasi sejak pengumuman awal. Tekanan jual kemungkinan akan lebih terfokus pada saham-saham dengan isu seperti free float rendah atau likuiditas tipis, bukan ke seluruh market," jelasnya kepada detikcom, Selasa (21/4/2026).

Dihubungi terpisah, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia mulai memenuhi syarat yang diminta oleh MSCI. Karenanya, investor tidak lagi panik merespons pengumuman MSCI.

"Mengapa koreksinya sudah tidak sedalam saat pertama kali, karena kami cermati sudah mulai ada pemenuhan syarat dan reformasi pasar modal yang dilakukan oleh SRO, sehingga investor sudah tidak terlalu panik dan masih memantau perkembangan selanjutnya," ungkapnya.

Di sisi lain, pasar modal Indonesia masih diuntungkan dalam pengumuman tersebut. Mengingat MSCI batal menurunkan status pasar modal RI menjadi Frontier Market dari Emerging Market.

Meski demikian Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan bobot IHSG di emerging market berpotensi tergerus dalam indeks saham MSCI. Hal ini terjadi karena sejumlah kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait free float.

Di sisi lain, pelemahan IHSG belakangan ini terjadi imbas pembatasan investasi yang dilakukan oleh sejumlah fund manager global. Adapun saat ini, IHSG diketahui masih mengalami tren net sell asing sebesar Rp 39,47 triliun sepanjang tahun 2026.

"Takutnya ini bobot Indonesia di MSCI emerging market bisa stagnan atau cenderung turun. Tentunya juga manager investasi global juga cenderung membatasi eksposur mereka ke market Indonesia, sehingga IHSG kita jarang sekali net buy asing," jelas Nafan.

Tonton juga video "Dihantam MSCI Pasar Modal Indonesia Masih Terjaga Karena Peran Pasar Domestik"




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork