Biang Kerok Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Ekonom: Kepercayaan Investor Turun

Biang Kerok Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Ekonom: Kepercayaan Investor Turun

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2026 18:00 WIB
Petugas memperlihatkan lembaran uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing PT Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026). Aktivitas jual beli valuta asing tampak berlangsung seperti biasa, namun perhatian tertuju pad
Foto: Pradita Utama / detikfoto
Jakarta -

Nilai tukar Rupiah kian melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Paling rendah nilai tukar Dolar menggencet Rupiah hingga ke level Rp 17.300.

Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF Andry Satrio Nugroho menilai melemahnya rupiah terjadi karena menurunnya kepercayaan investor global terhadap kondisi ekonomi domestik. Hal ini karena kurangnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan kondisi fiskal saat ini.

Dia juga menyinggung insiden dicopotnya dua pejabat tinggi di Kementerian Keuangan secara tiba-tiba yang tidak jelas alasannya hingga kini. Hal ini seakan memberikan sentimen buruk ke pasar. Andry mengatakan kini investor menilai ada yang tidak beres dalam tubuh bendahara negara di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah pasar itu mereka melihat kalau pun ada yang ditutupi-tutupi mereka pasti tidak percaya tentang hal-hal Itu. Nah itu juga menjadi sentimen yang cukup negatif terhadap kurs rupiah kita pada hari ini," ujar Andry saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menilai, perbaikan kepercayaan pasar sebenarnya bisa ditempuh melalui langkah konkret dengan melakukan realokasi anggaran ke pos-pos yang benar-benar prioritas. Namun, hal tersebut tak kunjung juga dilakukan pemerintah.

"Tapi itu tidak dilakukan pada hari ini, tidak ada juga paket kebijakan ekonomi terkait dengan krisis geopolitik pada hari ini. Nah itu yang seharusnya dibutuhkan oleh masyarakat dan oleh pasar selama itu tidak bisa disediakan saya rasa kondisi ini pasti akan terus berlanjut," kata Andry.

Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penyebab lainnya yang membuat nilai mata uang Rupiah keok karena tingginya kebutuhan Dolar AS di dalam negeri. Apalagi Indonesia, kata dia, masih mengimpor minyak dalam jumlah besar, sekitar 1,5 juta barel per hari.

Dia memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga titik terendahnya pada level Rp 17.400 pada April 2026.

"Kemudian yang kedua, masalah utang jatuh tempo yang harus dibayar. Ini cukup besar. Ini bagaimana nih cara bayarnya? Jadi ini yang sebenarnya, dua ini yang membuat defisit anggaran kita melebar. Serta pendapatan pajak pun juga tidak sesuai dengan target kan. Itu yang mempengaruhi rupiah melemah sehingga banyak investor-investor asing itu yang keluar," kata Ibrahim saat dihubungi detikcom.

(hrp/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads