Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) buka suara terkait kabar kepemilikan saham di perusahaan penyedia jasa transportasi daring atau ojek online (ojol). Danantara dikabarkan telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojol.
Pihak Danantara menyatakan masih mengkaji berbagai peluang investasi. Namun, setiap langkah yang diambil dipastikan sesuai dengan mandat Danantara untuk memberi dampak bagi perekonomian nasional.
"Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia," ungkap Tim Komunikasi Danantara Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danantara juga disiplin dalam menilai setiap peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, dan profil risk-return. Selain itu, Danantara juga mendorong penciptaan nilai jangka panjang dalam langkah investasinya.
"Sesuai dengan tahapan investasi yang telah kami tetapkan," pungkasnya.
Danantara Dikabarkan Beli Saham Aplikasi Ojol
Sebagai informasi, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menyebut BPI Danantara telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojol. Melalui pembelian sebagian saham aplikator ojol ini, sistem hingga kebijakan aplikator akan disesuaikan secara perlahan dan pasti.
Dengan begitu pemerintah dapat menurunkan potongan komisi kepada pengendara ojol dari 10-20% menjadi 8%. Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang meminta aplikator memangkas pungutan aplikasi atas setiap tarif perjalanan ojol.
"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20% atau 10% ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8% dari yang dikumpulkan," kata Dasco saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di kompleks parlemen, dikutip dari Antara, Jumat (1/5/2026).
Kemudian pada kesempatan terpisah, Prabowo mengaku telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 untuk memangkas potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator dari pengemudi ojol menjadi 8%.
Menurut Prabowo, skema pembagian hasil yang selama ini berlaku belum memberikan keadilan bagi para pengemudi. Sehingga kebijakan ini diambil untuk membela hak pengemudi ojol yang setiap hari bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa di jalanan.
"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10%, harus di bawah 10%," kata Prabowo dalam pidatonya dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5).











































