Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (5/5) dengan kenaikan 1,22% ke level 7.057,11.
Penguatan indeks didorong lonjakan saham BRPT yang melesat 24,66%, disusul TPIA naik 19,70%, serta BBRI yang menguat 3,62%. Di sisi lain, pelemahan saham ASII sebesar 3,29%, INCO yang turun tajam 13,09%, dan BYAN yang terkoreksi 2,19% menjadi penekan pergerakan indeks.
Aksi investor asing masih cenderung keluar dari pasar, dengan catatan jual bersih Rp317,94 miliar di pasar reguler dan Rp518,39 miliar secara keseluruhan. Meski begitu, mayoritas sektor berhasil ditutup menguat, yakni 7 dari 11 sektor. Sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,52%, sementara sektor industri dasar menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 2,86%.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat juga menunjukkan penguatan. Indeks Dow Jones naik 0,73% ke posisi 49.298, S&P 500 bertambah 0,81% ke 7.259, dan Nasdaq menguat 1,03% ke level 25.326.
Sentimen positif diperkirakan masih menopang pergerakan pasar, setelah data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 tercatat 5,61% secara tahunan, melampaui perkiraan pasar sebesar 5,40% dan menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Kondisi ini turut tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,56% serta MSCI Indonesia yang naik 2,34%.
Baca juga: Biang Kerok IHSG Anjlok 19% Sejak Awal 2026 |
Berita Emiten
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
PGEO menyiapkan ekspansi besar dengan target kapasitas mencapai 1,8 GW pada 2033 atau meningkat sekitar 2,5 kali lipat dari posisi 2026 sebesar 727 MW. Salah satu proyek utama adalah pengembangan Hululais Unit 1 dan 2 dengan nilai investasi US$449 juta yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028.
Selain itu, perusahaan juga menggarap proyek co-generation dengan potensi 230 MW senilai US$418 juta. Belanja modal diproyeksikan naik signifikan menjadi US$992.220 pada 2030 dari US$129.670 pada 2026. Pergerakan sahamnya masih cenderung mendatar, namun indikator teknikal menunjukkan peluang penguatan menuju kisaran Rp1.055.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
PANI menunjukkan lonjakan signifikan pada awal tahun. Laba bersih perusahaan tumbuh 409,76% secara tahunan menjadi Rp662,64 miliar pada kuartal I-2026. Pendapatan juga naik 81,53% menjadi Rp1,11 triliun, di tengah kenaikan beban pendapatan sebesar 16,62% menjadi Rp312,53 miliar.
Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan marketing sales yang melonjak 112% menjadi Rp987 miliar, didorong oleh penyerahan lahan komersial di kawasan CBD PIK2. Selain itu, kontribusi juga datang dari penjualan produk residensial seperti Rumah Milenial dan Pasir Putih Residences, serta produk komersial seperti SOHO Manhattan dan Rukan Marina Bay.
PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)
NISP mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking milik HSBC Indonesia. Transaksi ini mencakup pengalihan aset dan liabilitas yang meliputi dana kelolaan sebesar Rp89,80 triliun, terdiri dari investasi nasabah Rp58,20 triliun dan simpanan Rp31,60 triliun, serta portofolio kredit ritel Rp3,60 triliun. Produk yang masuk dalam transaksi ini mencakup simpanan, obligasi, reksa dana, asuransi, hingga kartu kredit.
Akuisisi ini akan memperkuat basis nasabah OCBC dengan tambahan lebih dari 336.000 nasabah serta sekitar 1.300 karyawan. Perseroan memperkirakan dana kelolaan dapat meningkat sekitar 25%, sementara saldo kartu kredit berpotensi tumbuh lebih dari 150% setelah integrasi selesai. Proses penyelesaian transaksi ditargetkan rampung pada kuartal II-2027, dengan nilai akhir yang akan diumumkan setelah seluruh tahapan selesai.
Rekomendasi Saham Hari Ini
SSIA - Buy 1855-1870 | TP 1920-1975 | SL 1745
INDY - Buy 3790-3820 | TP 3890-3920 | SL 3570
PADI - Buy 124-126 | TP 129-132 | SL 117
CMRY - Buy 4670-4690 | TP 4800-4900 | SL 4390
AGII - Buy 3150-3180 | TP 3230-3330 | SL 2960
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)