Pasar Cemas, IHSG Lemas
Senin, 05 Nov 2007 16:17 WIB
Jakarta - Pasar saham terkena aksi ambil untung besar-besaran, karena pelaku pasar cemas menunggu arah suku bunga BI Rate yang akan diputuskan BI 6 November ini.Namun penurunan IHSG yang dalam ini terutama karena terseret merahnya bursa regional yang cemas melihat tingginya harga minyak dan kemungkinan terjadinya bubble saham di bursa China.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham Senin (5/11/2007) meluncur 58,139 poin (2,14%) ke level 2.652,478.Penurunan IHSG ini dinilai wajar dan merupakan koreksi yang sehat karena indeks telah melesat tajam di level 2.700 yang sudah di atas prediksi semula. Indeks LQ-45 turun 14,054 poin (2,36%) ke level 582,132 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 11,016 poin (2,29%) ke level 469,748.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 60.331 kali, dengan volume 3,875 miliar unit saham, senilai Rp 6,029 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 25 saham naik, 181 saham turun dan 44 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 5.100 menjadi Rp 100.900, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.400 menjadi Rp 25.150, Timah (TINS) turun Rp 1.000 menjadi Rp 20.750, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 menjadi Rp 9.900, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 11.200 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 3.550. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Astra Graphia (ASGR) naik Rp 20 menjadi Rp 600, Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 10 menjadi Rp 1.360 dan Dayaindo Resources International (KARK) naik Rp 10 menjadi Rp 380
(ir/qom)











































