Rupiah Terkerek BI Rate
Selasa, 06 Nov 2007 17:46 WIB
Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate 8,25% membuat pelaku pasar tenang. BI dinilai membuat keputusan yang tepat dan rupiah pun ikut terkerek. Pelaku pasar menilai kebijakan BI itu sebagai bentuk kewaspadaan bank sentral terhadap tingginya ancaman inflasi.Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Selasa (6/11/2007) rupiah menguat 35 poin ke posisi 9.120 per dolar AS.Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Made Sukada usai rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11/2007) mengatakan penguatan rupiah terjadi karena masih mengalirnya capital inflow.Permintaan mata uang asing atau valas yang tinggi karena kenaikan harga-harga barang impor menyusul meroketnya harga minyak, menurut Made masih diimbangi dengan arus modal yang masuk atau capital inflow.Masih diimbanginya permintaan valas dalam negeri oleh capital inflow tercermin dari nilai tukar rupiah yang masih menguat."On the net basis inflow-nya positif, meskipun memang nilai tukar turun naik tapi trennya menguat," ujarnya.
(ir/qom)











































