Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (13/5) di zona merah setelah turun 1,98% ke level 6.723,32. Tekanan pasar terjadi di tengah aksi jual investor asing serta sentimen penyesuaian indeks global yang masih membayangi pergerakan saham domestik.
Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatat penjualan bersih sekitar Rp1,35 triliun di pasar reguler dan Rp1,53 triliun di seluruh pasar. Mayoritas sektor juga bergerak melemah, dengan sektor basic industry mengalami penurunan terdalam sebesar 4,43%. Di sisi lain, sektor transportation menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan paling tinggi, yakni 4,89%.
Sejumlah saham tercatat menjadi pendorong kenaikan indeks, seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang naik 4,52%, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menguat 12,18%, dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang melesat 11,11%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, tekanan datang dari saham berkapitalisasi besar dan emiten energi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,11%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 14,85%, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 11,36%.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat juga ditutup di zona negatif. Dow Jones turun 1,07% ke posisi 49.526, indeks S&P 500 melemah 1,24% menjadi 7.408, dan Nasdaq terkoreksi 1,54% ke level 26.225.
Pelaku pasar masih mencermati dampak rebalancing MSCI yang dinilai belum sepenuhnya selesai. Selain itu, FTSE Russell mengumumkan langkah penghapusan saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari indeksnya mulai 22 Juni 2026.
Dalam evaluasi indeks Juni 2026, FTSE Russell juga melakukan pembaruan Industry Classification Benchmark (ICB), penyesuaian bobot saham triwulanan tanpa buffer 1%, serta penyesuaian free float tanpa buffer 3%. Saham berstatus HSC nantinya akan diberikan harga teoritis nol untuk mempermudah investor pasif melakukan penyesuaian portofolio.
Dua emiten yang dinilai paling terdampak ialah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Tingkat HSC BREN tercatat sebesar 97,31%, sedangkan DSSA mencapai 95,76%. DSSA dinilai memiliki potensi tekanan lebih besar karena bobotnya di FTSE Indonesia Index mencapai 3,14%, sementara BREN berada di bawah 2,60%.
Berita Emiten
Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)
GIAA melaporkan perbaikan kinerja pada kuartal I-2026. Pendapatan perseroan naik 5,36% secara tahunan menjadi US$762,35 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$723,56 juta.
Jumlah penumpang GIAA juga meningkat 6,76% menjadi 5,42 juta penumpang. Kenaikan itu didukung bertambahnya frekuensi penerbangan sebesar 5,87% menjadi 19.337 penerbangan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Di sisi lain, beban usaha Garuda turun tipis menjadi US$713,22 juta. Dengan perbaikan tersebut, rugi periode berjalan berhasil ditekan 54,81% menjadi US$41,62 juta dari sebelumnya US$75,93 juta. Pergerakan saham GIAA sendiri masih berada dalam tren menurun, meski ruang penguatan menuju area Rp66 masih terbuka berdasarkan pola teknikal jangka pendek.
Rukun Raharja Tbk (RAJA)
RAJA bersiap melakukan stock split dengan rasio 1:5 setelah memperoleh persetujuan dari Bursa Efek Indonesia pada 5 Mei 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, jumlah saham beredar akan meningkat menjadi 21,14 miliar saham dari sebelumnya 4,23 miliar saham.
Dengan rasio tersebut, harga saham RAJA secara teoritis akan menyesuaikan menjadi sekitar Rp880 per lembar, mengacu pada harga penutupan 13 Mei di level Rp4.400 per saham. Perseroan masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.
Mengacu aturan POJK 15/2022, pelaksanaan stock split wajib dilakukan paling lambat 30 hari kalender setelah memperoleh persetujuan RUPSLB. RAJA menargetkan perdagangan saham dengan nominal baru dimulai pada 16 Juli 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BUMI - Buy 210-214 | TP 218-224 | SL 200
JPFA - Buy 2490-2520 | TP 2570-2630 | SL 2350
RAJA - Buy 4350-4370 | TP 4450-4570 | SL 4150
BULL - Buy 460-464 | TP 474-482 | SL 434
IRSX - Buy 454-460 | TP 470-480 | SL 432
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)










































