FTSE Russell akan mengeluarkan sejumlah saham Indonesia yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Sebelumnya, langkah ini dilakukan oleh MSCI terhadap sejumlah saham Indonesia.
Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan investor telah mengantisipasi dampak dari pengumuman tersebut. BEI juga mengaku telah menyampaikan pengumumannya sejak jauh hari terkait rencana penyedia indeks global tersebut.
"Saham-saham yang masuk dalam high shareholding concentration, memang sudah kita antisipasi akan dikeluarkan oleh global index provider. Saya kira itu juga sudah disampaikan jauh-jauh hari warning-nya," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeffrey menjelaskan, sejumlah indeks global memiliki metodologi penghitungan sendiri untuk menambah maupun mengurangi konstituen saham Indonesia dalam indeksnya. BEI juga telah mengeluarkan sejumlah saham kategori HSC dalam papan perdagangan utamanya.
"Saya kira itu sesuatu yang sudah diantisipasi, dan sekali lagi itu adalah konsekuensi jangka pendek yang memang harus diterima, tetapi ini adalah upaya kita untuk memperbaiki pasar kita untuk jangka panjang," jelasnya.
Ia menambahkan, pengumuman pengeluaran saham HSC dari indeks global telah mengurangi ketidakpastian di pasar modal Indonesia. Self regulatory organization (SRO) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memastikan reformasi pasar modal tetap dijalankan untuk memperkuat transparansi.
"Artinya, mengurangi satu sumber ketidakpastian di pasar yang berminggu-minggu ini ditunggu oleh para pelaku pasar, bagaimana respons MSCI dan FTSE terhadap upaya reformasi yang dilakukan bersama oleh OJK dan SRO, dan itu sudah terjawab semuanya," pungkasnya.
FTSE Mau Tendang Saham HSC
Sebagai informasi, FTSE Russell berencana mengeluarkan saham kategori HSC dari indeksnya. Hal ini disampaikan dalam pengumumannya berjudul Indonesia-Index Treatment for the June 2026 Index Review.
Penyesuaian saham berkategori HSC ini akan dilakukan peninjauan indeks Juni 2026. Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi pasar sekaligus untuk menjaga integritas dan replikabilitas indeks bagi investor pasif.
Dalam tinjauan indeks Juni 2026, FTSE Russell akan menghapus saham terdampak dengan valuasi nol yang berlaku efektif mulai pembukaan perdagangan pada Senin, 22 Juni 2026.
"Sesuai pedoman Free Float Restrictions milik FTSE Russell, apabila suatu perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham tinggi dari otoritas regulator, yang menunjukkan saham beredar hanya dimiliki segelintir pemegang saham, maka saham tersebut akan dihapus pada tinjauan indeks berikutnya," tulis pengumuman FTSE Russell, Rabu (13/5/2026).
Sebelumnya, MSCI telah mengeluarkan saham Indonesia dalam indeksnya. Penyesuaian saham RI sebagai konstituen MSCI sebelumnya ditekankan terhadap kategori HSC.
Setidaknya terdapat dua saham HSC yang dikeluarkan MSCI, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Kedua saham tersebut juga masuk sebagai konstituen indeks FTSE Russell.











































