Indeks Saham Kehilangan 17 Poin
Selasa, 13 Nov 2007 16:18 WIB
Jakarta - Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut menyusul negatifnya bursa regional dan Wall Street.Kekhawatiran pelaku pasar terhadap kinerja bank-bank investasi global karena terseret krisis subprime mortgage belum juga hilang.Akibatnya pada penutupan perdagangan saham Selasa (13/11/2007) IHSG kembali turun 17,694 poin (0,66%) ke level 2.654,208.Saham-saham unggulan di sektor pertambangan dan infrastruktur menjadi sasaran pelepasan saham oleh investor. Sebaliknya saham perbankan justru menghijau. Indeks LQ-45 turun 4,837 poin (0,82%) ke level 584,726 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 9,445 poin (1,96%) ke posisi 472,107.Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 87.440 kali, dengan volume 5,644 miliar unit saham, senilai Rp 8,436 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 104 saham naik, 91 saham turun dan 50 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 5.600 menjadi Rp 105.100, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 750 menjadi Rp 10.300, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 400 menjadi Rp 4.750, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 300 menjadi Rp 4.225, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 10.850 dan Jasa Marga (JSMR) turun Rp 25 menjadi Rp 2.025. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 menjadi Rp 3.525, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.800 dan Bank Niaga (BNGA) naik Rp 100 menjadi Rp 890.
(ir/qom)











































