×
Ad

Heboh 'Sell Indonesia' Usai Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buka Suara

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 06 Jun 2026 15:25 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons soal 'sell Indonesia' yang disorot media internasional. Fenomena ini muncul di tengah tekanan hebat terhadap kurs rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Purbaya menilai fenomena 'sell Indonesia' belum tentu menggambarkan kondisi ekonomi nasional secara utuh. Ia bahkan menyinggung salah satu tulisan yang dimuat media internasional tersebut tidak sepenuhnya memahami kondisi ekonomi Indonesia.

"Itu kan diterbitkan, itu tren jual Indonesia saya baca di Bloomberg ya, salah satu penulis mungkin nggak tau keadaan Indonesia seperti apa," sebut Purbaya di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026).

Purbaya mengaku sengaja mempercepat publikasi laporan APBN KiTA untuk menunjukkan kepada pelaku pasar bahwa kondisi fiskal Indonesia terjaga dengan baik. Langkah tersebut dilakukan agar investor mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi domestik.

"Ketika kemarin, makanya kemarin sengaja saya percepat APBN KiTA, untuk melihatkan ke pasar bahwa kondisi fiskal kita baik, ekonominya juga cukup kuat, sehingga nanti lama-lama sentimen negatif itu bisa hilang," imbuh Purbaya.

Purbaya mengajak investor mencermati data-data ekonomi Indonesia secara lebih mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional saat ini masih berada dalam kondisi yang baik.

"Jadi, teman-teman investor tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonomi kita seperti apa. Yang bisa saya katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonomi bagus, kepemimpinan bapak presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan presiden," tuturnya.

Media internasional, Bloomberg menyoroti anjloknya IHSG 36% sepanjang 2026. Penurunan itu menjadikannya pasar saham dengan kinerja terburuk tahun ini di antara lebih dari 90 indeks global yang dipantau Bloomberg.

Sementara itu, rupiah telah melemah lebih dari 7%, dan investor asing menarik dana miliaran dolar AS dari pasar obligasi Indonesia. Situasi ini menjadi perubahan drastis bagi Indonesia, negara kaya komoditas yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama investasi di portofolio pasar negara berkembang.

"Perdagangan paling populer di Asia saat ini adalah 'jual Indonesia'," kata George Boubouras, Kepala Riset di K2 Asset Management, hedge fund yang mengelola dana sekitar US$ 4,3 miliar.




(ily/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork