Pinnacle Tender Offer Toba Pulp Lestari Rp 870/Saham

Pinnacle Tender Offer Toba Pulp Lestari Rp 870/Saham

- detikFinance
Jumat, 16 Nov 2007 10:16 WIB
Jakarta - Perusahaan investasi Pinnacle Company Limited akan membeli 100% saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) melalu penawaran tender (tender offer).Pinnacle adalah perusahaan investasi yang didirikan berdasarkan hukum Republik Seychelles, sebuah negara kepulauan di tengah Samudra Hindia. Negara ini bertetangga dengan Mauritius, Komoro dan Maladewa.Saham penawaran tender sebesar Rp 870 per saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Perseroan menunjuk Indo Premier Securities sebagai pelaksana penawaran tender Demikian penjelasan penawaran tender saham Toba Pulp Lestari oleh Pinnacle yang dipublikasikan Jumat (16/11/2007).Saham yang akan dibeli Pinnacle adalah milik Steam Capital Limited - Mauritius 31,83%, Steam Capital Limited - Virgin Island 11,85%, Gold Forrest Holdings Limited 16,54%, Estoni Management Holdings limited 9,27% dan publik 30,5%. Sehingga total saham TPL yang dibeli 100% atau 1.325.973.625 miliar saham.Pinnacle menjelaskan tujuan pembelian 100% saham TPL sebagai investasi jangka panjang. Pinnacle akan mengubah struktur modal dan kebijakan dividen TPL, melakukan penggantian manajemen, melakukan privatisasi.Pinnacle menegaskan tidak akan melikuidasi TPL namun ada kemungkinan melakukan delisting dari Bursa Efek Surabaya setelah berakhirnya penawaran tender.Periode penawaran tender akan dilakukan 16 November sampai 17 Desember 2007. Pinnacle juga menegaskan memiliki dana yang cukup untuk penawaran tender ini yang kebutuhannya mencapai sekitar Rp 1,154 triliun berdasarkan penilaian dari Credit Suisse tanggal 10 Oktober 2007.Toba Pulp Lestari bergerak di industri bubur kertas, bahan utama pembuat kertas. Perusahaan yang dulu bernama PT Inti Indorayon Utama ini adalah bagian dari bisnis Raja Garuda Mas (RGM) milik pengusaha Sukanto TanotoToba Pulp Lestari sempat jatuh bangun kesandung masalah pencemaran lingkungan. Tapi kini perusahaan sudah dinyatakan memenuhi standar internasional untuk produksi dan penanganan limbahnya.Perusahaan ini berlokasi di Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut). Ketika bernama PT Inti Indorayon Utama perusahaan itu harus tutup pada Maret 2003 karena masalah pencemaran lingkungan. Baru setelah terhenti selama 4,5 tahun perusahaan mulai memperbaiki pengelolaan limbahnya.Perusahaan ini mengelola pengolahan kayu eucalyptus menjadi dissolving paper dan paper pulp untuk kebutuhan dalam negeri, maupun ekspor ke China, India dan Korea. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads